KPK Dalami Aliran Uang Suap Proyek di Indramayu

Logo KPK – Foto Ant

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar empat Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) 2019-2024 dan seorang kepala dinas (kadis), terkait dugaan aliran uang dalam kasus suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu Tahun 2019.

Kelimanya telah diperiksa KPK pada Senin (21/12) sebagai saksi untuk tersangka Anggota DPRD Jawa Barat 2019-2024, Abdul Rozaq Muslim (ARM).

“Tim penyidik KPK terus mendalami perbuatan tersangka ARM dengan mengonfirmasi keterangan para saksi terkait dugaan aliran uang yang turut dinikmati oleh beberapa Anggota DPRD Provinsi Jabar, melalui pemberian tersangka ARM,” ucap Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (22/12/2020).

Empat Anggota DPRD Jawa Barat yang diperiksa, yakni Eryani Sulam, Dadang Kurniawan, Lina Ruslinawati, dan M Hasbullah Rahmad serta Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Kabupaten Indramayu, Suryono.

Ali mengatakan, terhadap lima saksi itu juga dikonfirmasi mengenai proses dan mekanisme pengajuan serta pembahasan anggaran kegiatan/proyek, yang bersumber dari bantuan keuangan Provinsi Jabar untuk Kabupaten Indramayu.

KPK pada Senin (16/11) telah menetapkan Rozaq sebagai tersangka baru dalam pengembangan kasus suap terkait pengurusan dana bantuan provinsi kepada Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2017-2019.

Lihat juga...