KPK Geledah Rumah Dinas Edhy Prabowo

Ilustrasi KPK. (Antara)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dinas Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) nonaktif, Edhy Prabowo (EP), yang ada di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (2/12/2020).

“Benar, saat ini penyidik KPK sedang melakukan kegiatan penggeledahan di rumah jabatan Menteri KKP (Edhy Prabowo),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Rabu (2/12/2020).

Ali menyebut, hingga Rabu (2/12/2020) malam, penggeledahan rumah dinas Edhy tersebut masih berlangsung sampai saat ini. “Saat ini, kegiatan dimaksud masih berlangsung. Perkembangannya akan kami infokan lebih lanjut,” jelas Ali.

Sebelumnya, KPK berturut-turut sejak Jumat (27/11/2020) sampai Selasa (1/12/2020), telah menggeledah di beberapa lokasi dalam penyidikan kasus suap terkait penetapan izin ekspor benih lobster yang menjerat Edhy Prabowo dan kawan-kawan. KPK mengamankan sejumlah dokumen, uang tunai, dan bukti elektronik, dari penggeledahan di beberapa ruangan di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat pada Jumat (27/11/2020) sampai Sabtu (28/11/2020) dini hari.

Selanjutnya pada Senin (30/11/2020), KPK juga telah menggeledah di salah satu kantor milik PT Aero Citra Kargo (ACK), Jakarta Barat dan mengamankan dokumen ekspor benih lobster serta bukti elektronik. Kemudian pada Selasa (1/12/2020) dilanjutkan dengan menggeledah tiga lokasi di wilayah Bekasi, Jawa Barat.

Di kediaman tersangka Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito (SJT), serta kantor dan gudang PT DPP. Dari penggeledahan di tiga lokasi itu, diamankan dokumen terkait ekspor benih lobster, transaksi keuangan, dan bukti elektronik.

Selain Edhy, enam orang telah ditetapkan tersangka, yaitu Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Wakil Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Safri (SAF), Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Andreau Pribadi Misata (APM), swasta/Sekretaris Pribadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Amiril Mukminin (AM). Selanjutnya, pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD), staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih (AF), dan Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito (SJT). (Ant)

Lihat juga...