Kreasi Olahan Lele, Potensi Usaha Rumahan Menjanjikan di Bekasi

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Usaha Kecil Mikro seperti klaster makan minum (Mamin) di Kota Bekasi, cukup mendominasi. Berbagai inovasi terus dikembangkan untuk menghasilkan peluang usaha yang bisa diterima oleh di pasaran di wilayah Jawa Barat tersebut.. 

Bahkan untuk memulainya pun, tak memerlukan modal besar, salah satunya seperti olahan produk ikan lele bahan baku yang cukup mudah di jumpai di wilayah Kota Patriot saat ini banyak dikembangkan menjadi produk olahan beragam jenis makanan.

Memiliki sumber protein tinggi,  Ikan lele menjadi alternatif pilihan olahan dikembangkan menjadi beragam produk seperti kerupuk ikan lele, abon lele bahkan hingga ke Nugget lele. Meski pasar masih terbatas tapi mampu memberi penghasilan tambahan melalui   online atau off line oleh berbagai kalangan secara rumahan.

Salah satunya seperti Ibu Lebonz Mas’amah, asli dari Demak tersebut mengakui terinspirasi mengolah ikan lele menjadi abon, dengan bahan baku tambahan seperti bawang merah, bawang putih, gula merah, asam dan ketumbar.

“Saya baru produksi, sejak pandemi saja. Tidak ada trik khusus hanya otodidak, sekarang sudah di pasarkan di berbagai tempat, di Kota Bekasi,” ujar Mas’amah, mengaku sebelumnya bekerja di perusahaan sekitar lingkungannya tapi terdampak Covid-19, kepada Cendana News, Selasa (22/12/2020).

Saat semua usaha terdampak pandemi pelaku UKM klaster Mamin tetap bertahan. Bahkan Mas’amah mengaku produk abon cukup membantu penghasilan tambahnya. tidak hanya Mas’amah banyak pelaku baru UKM menawarkan beragam varian, seperti minuman berbagai jenis dan makanan yang dikreasikan selama masa pandemi

Produk abon  Labonz, milik Mas’amah, memiliki bahan baku pada umumnya dan selama ini cukup diminati. Karena sasarannya adalah balita atau anak yang susah makan banyak mengorder abon Labonz

Sementara Satibi, yang memiliki rumah produksi Nugget ikan lele, di RT05/01, Kota Baru Bekasi Barat, mengaku memilih mengolah lele menjadi nugget. Diakuinya produksi nugget miliknya baru dikenalkan di wilayah Kelurahan Kota Baru.

Gampangnya memperoleh bahan baku ikan lele, jadi alasan bagi Satibi mengembangkan nugget. Diakuinya modal kecil bisa menghasilkan untung meski hanya dititipkan di warung-warung wilayah perkampungan. Untuk satu pic nugget, Satibi menjual dengan Rp15 ribuan isinya 10 nugget.

“Produksi satu kilogram, diolahkan bisa menghasilkan 60 nugget atau 6 kemasan isi sepuluh nugget. Modal jika dibulatkan, Rp75 ribu, karena harus belanja tepung terigu, tapioka dan bahan baku lainnya,” ungkap Satibi memiliki bumbu khsusus campuran nugget olahannya.

Kelompok lainnya di Kelurahan Kota Baru yang menamakan diri Rawa Pasung, mengembangkan bahan baku dasar ikan lele menjadi kerupuk. Kerupuk lele cukup diminati dan cocok untuk dimakan dengan apa saja.

“Produksi kerupuk lele, sama dengan lainnya. Hanya memerlukan panas matahari, untuk menjemur agar menghasilkan minimal. Sehingga memerlukan oven,’ungkap Sofyan pengelola produk kerupuk ikan lele.

Sehari, diakuinya mampu memproduksi sekitar 5 kilogram ikan lele. Mereka sama, berharap ada pemasaran khusus atau mendapatkan pelatihan terutama terkait tata cara dalam pemasaran produk.

Lihat juga...