Kue Apem Pak Kasdi, Gurih Mirip Dorayaki

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kue Apem merupakan salah satu jajanan tradisional yang masih mewarnai aneka kuliner nusantara. Tidak ada yang tahu persis dari mana dan sejak kapan jenis kue basah ini diperkenalkan, namun yang pasti, usianya sudah cukup tua.

Kue Apem juga termasuk jajanan yang mudah ditemui. Belakangan, kue ini memiliki berbagai varian dan keunikan, baik dari sisi komposisi maupun bentuknya. Ada yang mengolahnya dengan bahan dasar tepung campur gula merah, ada pula yang menggunakan bahan dasar pandan, seperti Kue Apem Pak Kasdi.

Selain menggunakan bahan pandan yang membuat Kua Apem Pak Kasdi tampak berwarna hijau, ia pun menambahkan komposisi kelapa serut di dalam adonan Kue Apem itu, yang membuat rasa Kue Apem semakin nikmat disantap, apalagi bila dijadikan salah satu menu sarapan.

“Jadi kalau dimakan, bakal sangat terasa kelapanya. Kue Apemnya sendiri sudah kita bikin manis gurih,” kata Pak Kasdi saat ditemui di lokasi tempatnya berdagang, di Jalan Pinang Raya, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12/2020).

Pak Kasdi saat sedang membuat Kue Apem di warungnya, Jalan Pinang Raya, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12/2020). Foto: Amar Faizal Haidar

Untuk lebih menambah daya tarik, Pak Kasdi membuat Kue Apem berbentuk gepeng dan lebar, laiknya Dorayaki, roti khas asal Jepang. Uniknya, dengan komposisi dan bentuk semacam itu, Pak Kasdi menjual Kue Apem dengan harga yang relatif murah, yakni seharga Rp1.000 per kue.

“Kita sengaja jual murah karena biar menjaga langganan tetap setia. Alhamdulillah, Kue Apem ini langganannya sudah luas, bahkan sampai ke Depok. Padahal cuma dagangan pinggir jalan,” terang Pak Kasdi.

Menurutnya, kebanyakan pembeli justru memesan dalam porsi besar, untuk keperluan hajatan, pengajian dan acara-acara keluarga. Untuk menyiapkan pesanan semacam itu, Pak Kasdi bersama istrinya kerap harus lembur dan lanjut mengerjakan di rumah.

“Iya biasanya ada yang pesan ratusan kue. Pernah yang paling banyak itu sampai 500 kue. Dan Alhamdulillah bisa selesai dibuat satu malam. Makanya juga kalau kita nggak buka warung, biasanya karena ada pesanan besar, jadi warung tutup,” tandas Pak Kasdi.

Di tempat yang sama, Ibu Ranti salah seorang pelanggan Kue Apem Pak Kasdi menyatakan, bahwa dia sudah berlangganan sejak satu tahun. Ia mengaku kerap memesan Kue Apem Pak Kasdi untuk kebutuhan konsumsi di acara arisan keluarganya.

“Jadi minimal sebulan sekali saya pesan Kue Apem di sini untuk acara arisan keluarga. Semua suka Kue Apemnya Pak Kasdi, gurih dan lembut,” tutur Ibu Ranti.

Perempuan asal Kelurahan Cipete itu juga kerap merekomendasikan Kue Apem Pak Kasdi ke sejumlah rekanannya. Sebab menurut Ranti, selain enak, harga Kue Apem Pak Kasdi juga murah, bahkan untuk pembelian banyak, selalu dikasih diskon.

“Iya kita sekalian bantu-bantu Pak Kasdi. Semoga usahanya selalu lancar dan berkah,” imbuh Ranti.

Lihat juga...