Kue Laba-laba, Jajanan Tempo Dulu yang Masih Digemari

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Kue laba-laba, kuliner tradisional khas Garut, yang pernah menjadi jajanan favorit era tahun 90-an di sekolah dasar ini, masih banyak diminati hingga sekarang. Tak heran jajanan tempo dulu itu, mudah ditemui di Bekasi, Jawa Barat.

Jajanan tempo dulu tersebut biasanya gandeng dengan kue cubit, karena memiliki bahan yang sama, seperti terigu, margarin, baking powder, gula putih, ragi, telur, vanili, susu kental manis yang dimasak dalam loyang khusus.

Biasanya penjual menyediakan tambahan topping, seperti keju, ataupun mesis, untuk menambah rasa. Kue laba-laba selain manis, renyah bentuknya unik seperti namanya menyerupai sarang laba-laba hingga banyak disukai anak-anak.

“Alhamdulillah kue laba-laba, banyak disukai, tak hanya anak anak di Bekasi, tapi emak emak juga banyak yang beli,” ujar Ehoy, penjual kue laba-laba yang mangkal komplek Puri Gading, Jatirahayu, Jatiasih, kepada Cendana News, Sabtu (19/12/2020).

Pria asal Cirebon tersebut, mengaku biasa mangkal di beberapa sekolah dasar. Tapi, selama delapan bulanan sekolah tutup hingga akhirnya berpindah-pindah tempat menggunakan gerobaknya tentunya di pusat keramaian bahkan kerap mengikuti Bazaar kuliner.

Ehoy, menggandengkan kue laba-laba dengan kue cubit, dengan dua loyang berbeda. Semua bahan bakunya sama dan diletakkan dalam tiga wadah berbeda yang telah diberi warna agar memudahkan. Karena kue cubit biasanya dominan warna pandan.

“Bahan baku kue cubit, dan laba-laba kan sama hanya loyangnya saja berbeda. Kue cubit dibuat dalam loyang khusus dan lebih padat. Kue sarang laba, dibuat khusus menggaris di loayang, kemudian ditutup dan dibiarkan beberapa detik, kemudian diangkat,”jelasnya.

Krispi, dan renyah membuat jajanan tempo dulu ini bisa tetap diminati semua kalangan. Uniknya lagi, jajanan tersebut, menurut Ehoy, sekarang banyak dikreasikan dengan beragam campuran dengan konsep kekinian untuk tampilan dan rasa. Tapi itu, biasanya sudah ditempat khusus, berbeda tentu dengan gerobakan.

Ehoy, pria asal Cirebon, penjual kue laba-laba dan Cubit, ini mengaku sehari bisa menjual 6 kg terigu sebagai bahan baku utamanya. Foto: Muhammad Amin

Untuk harga Ehoy, mengaku menjual dari harga Rp3000 hingga Rp8000. Tergantung topping, tambahannya. Sehari diakuinya bisa menjual sekitar 6 KG bahan baku.

“Hitungnya bukan berapa botol, tapi ukuran kiloan dari terigu yang dijadikan bahan baku utama. Sehari saya biasa menjual hingga 6 Kg, tergantung harinya. Jualan itu tidak menentu omzetnya, tapi Rata-rata bisa 6 Kg,” tegasnya enggan menyebut nilai omzet hanya menyebut lumayan.

Dulunya kue cubit dan laba-laba adalah jajanan yang banyak dijual di pasar tradisional. Namun seiring dengan perkembangan zaman, banyak orang yang mulai membuat inovasi untuk camilan satu ini.

Salah seorang pembeli, mengaku bernama Lisa, sengaja beli saat melihat kue laba-laba. Dia teringat saat SD setiap pulang sekolah, selalu jajajn kue cubit atau laba-laba. Rasanya pun menurut Lisa, masih sama dengan dulu.

Telihat selain Lisa, kue laba laba juga banyak dikerumuni anak anak mengantri untuk beli. Mereka rata-rata lebih memilih kue laba-laba selain namanya unik, kue ini juga dibungkus kekinian.

Lihat juga...