Lebaran CDN

Kurangi Polusi, Wawalkot Bekasi Gaungkan Penghijauan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, terus menggalakkan penghijauan dengan memanfaatkan lahan kosong untuk dijadikan ruang terbuka hijau melalui penanaman aneka pohon atau jadi lahan hortikultura.

Wakil Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Tri Adhianto, mengajak masyarakat untuk mengajukan ke pemerintah jika lingkungannya ingin melakukan penghijauan. Dia pun meminta setiap lingkungan ikut berpartisipasi menanam pohon memanfaatkan lahan kosong.

“Saya memberikan kesempatan kepada warga jika ada yang mau melakukan penghijauan silakan diajukan ke Pemerintah Kota Bekasi. Kita memiliki banyak pohon,” ungkap Mas Tri, sapaannya, usai menghadiri kegiatan tanam pohon di Jaticempaka, Pondok Gede, Rabu (30/12/2020).

Menurutnya, kian maju suatu daerah konsekuensinya penyusutan lahan terbuka hijau. Maka diperlukan keikutsertaan masyarakat dalam memanfaatkan lahan terbuka di lingkungan sekitar sebagai tempat penghijauan.

Ke depan, tegasnya, harus ada fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang diubah khusus menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk sarana publik yang dikelilingi pohon. Upaya tersebut dalam rangka mengurangi polusi udara dan meminimalisir dampak banjir.

“Memanfaatkan lingkungan dengan penanaman pohon penghijauan. Sehingga fasos dan fasum di Bekasi memang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau untuk publik,” tandasnya

Di akhir tahun, Mas Tri juga terus melakukan kunjungan ke berbagai kecamatan maupun kelurahan di wilayahnya. Ia mengistilahkan hal tersebut sebagai belanja masalah untuk jadi inspirasi program 2021.

Di setiap lokasi yang dikunjungi dia juga tidak hanya membahas soal penghijauan. Tetapi juga soal protokol kesehatan dan ekonomi kreatif.  Diharapkan mampu menjawab persoalan seputar finansial di masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Mas Tri sebagai perwakilan gugus tugas Covid-19 juga membahas perkembangan pandemi wabah Covid-19 di Kota Bekasi dengan mengimbau tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, menjaga kebersihan lingkungan, karena sudah memasuki musim hujan.

Pegiat lingkungan hidup Kota Bekasi, Maman, mengakui, saat ini kesadaran warga terkait lingkungan mulai terbangun melalui program hidroponik.

“Saat ini, penggalakan penghijauan di lingkungan sekitar juga mulai terlihat. Semua ikut berkontribusi seperti karang taruna yang terus menggiatkan perkebunan dan pemanfaatan lahan kosong di daerahnya masing-masing,” jelasnya.

Lihat juga...