Lahan Kritis di Waiblama Sikka Diharap Dapat Dikonservasi

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Pembentukan Tim Kerja Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Pengembangan Kawasan Terpadu Waduk Napun (TKPDASKT- WNG), diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Waduk Napun Gete di Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pembentukan tim bertujuan agar lahan kritis di kawasan DAS dalam wilayah kelola masyarakat pada 6 desa di Kecamatan Waiblama dapat dikonservasi,” kata Camat Waiblama, Antonius Jabo Liwu saat ditanyai Cendana News, Rabu (9/12/2020).

Camat Waiblama, Antonius Jabo Liwu saat ditanyai, Rabu (9/12/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Tonce sapaannya mengatakan, pembentukan tim bertujuan agar lokasi sumber mata air dapat terpelihara kuantitas dan kualitasnya serta meningkatnya ekonomi masyarakat sekitar waduk.

Ia menambahkan, sasaran terbentuknya tim yakni ingin mendorong dan memfasilitasi semangat kerja sama para pihak dan masyarakat 6 desa di Kecamatan Waiblama dan Kabupaten Sikka pada umumnya.

“Kita ingin mendorong dilakukan konservasi sumber mata air, DAS dan kawasan penyangga Waduk Napun Gete. Juga melaksanakan praktik usaha tani di lahan olah masyarakat dengan sistem  pertanian konservasi,” ungkapnya.

Tonce menjelaskan, tim juga ingin pendayagunaan sumber daya manusia  di DAS dan kawasan penyangga Waduk Napun Gete dengan memperhatikan kebijakan daerah, termasuk  arahan dalam penataan ruang.

Selain itu tambahnya, dilakukan pengendalian kerusakan sumber mata air, kali, dan lahan  sepanjang DAS dan bangunan Waduk Napun Gete.

Juga lanjut dia, terkait pelaksanaan sistem informasi dan data pengelolaan DAS dan pengembangan kawasan terpadu Waduk Napun Gete.

“Tim ingin mendorong dan memfasilitasi pemberdayaan dan peningkatan peran masyarakat, pemerintah dan para pihak dalam pengelolaan DAS dan pengembangan kawasan terpadu Waduk Napun Gete,” ungkapnya.

Tonce menambahkan, tim juga ingin mendorong dan memfasilitasi pembentukan regulasi  yang mengatur pengelolaan DAS dan pengembangan kawasan terpadu Waduk Napun Gete berupa Perbub, Perda dan Perdes serta aturan-aturan lokal yang mendukung.

Sementara itu, wakil ketua tim Rafael Raga menambahkan, tim kerja memiliki misi  mengkonservasi sumber mata air, DAS, lahan dan pengelolaan kawasan terpadu Waduk Napun Gete secara berkelanjutan.

Rafael menjelaskan, tim kerja ingin mendayagunakan sumber daya air DAS dan waduk secara adil serta memenuhi persyaratan kualitas dan  kuantitas  untuk berbagai kebutuhan masyarakat.

“Kita ingin mengendalikan kerusakan sumber mata air, DAS, lahan dan bangunan Waduk Napun Gete. Juga melindungi dan memperbaiki ekosistem yang terkait air, termasuk pegunungan, hutan, lahan basah, sungai akuifer dan danau,” ucapnya.

Lihat juga...