Lalin di Depan Pasar Kranji Bekasi, Macet di Jam Sibuk

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Arus lalu lintas di depan Pasar Kranji, Jalan Patriot, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, terus mengalami kemacetan setiap jam pulang kerja. Kondisi tersebut dampak dari pembangunan Tempat Pasar Sementara (TPS) yang dibangun oleh pengembang tepat berada di depan pasar yang biasanya digunakan sebagai areal parkir.

Sehingga menjadikan separuh badan jalan raya setiap jam pulang kerja dari pukul 16.00-20.00 WIB banyak kendaraan terparkir di tepi jalan memakan separuh badan jalan raya. Parahnya lagi tidak ada petugas yang khusus mengatur di lokasi tersebut melarang parkir atau lainnya dalam mencegah kemacetan.

Kondisi kemacetan di jalan raya tepat di depan pasar Kranji, diakui oleh Sri Mulyono, Sekretaris Rukun Warga Pasar (RWP) Kranji Baru. Dikatakan bahwa hal tersebut dampak dari rencana pembangunan baru Parar Kranji hingga areal depan pasar sekarang dijadikan TPS dan digunakan oleh pedagang kaki lima.

“Sekarang, TPS yang dibangun pengembang tepat di depan pasar biasanya digunakan  areal parkir tepat di depan pasar digunakan oleh pedagang kaki lima untuk berjualan. Soal kemacetan pasar tradisional Kranji memang kerap macet, tapi memang tidak separah sekarang,” ujar Sri Mulyono kepada Cendana News, Selasa (15/12/2020).

Sekretaris RWP, Sri Mulyono, saat ditemui Cendana News, Selasa (15/12/2020). -Foto: M. Amin

Dikatakan, kondisi tersebut diperparah oleh adanya kendaraan roda empat yang parkir tepat di di sisi jalan raya saat jam pulang kerja, baik pelanggan ataupun bongkar muat. Harusnya itu tidak terjadi karena jalan raya, jika ada petugas yang mengatur.

“Harusnya wilayah tegas, menurunkan personel melarang parkir di sisi jalan sekitar pasar, minimal pada saat jam pulang kerja atau pas berangkat kerja,” tukasnya.

Pengelola pasar tidak mempersoalkan jika ada aparat melarang kendaraan roda empat parkir menggunakan sisi tepat di depan Pasar Kranji. Karena itu tugas wilayah harus menerjunkan aparat untuk mengatur lalulintas di sekitar Pasar Kranji.

Lebih lanjut Sri Mulyono, menyampaikan terkait progres pembangunan pasar, masih terus dilakukan koordinasi terkait penempatan pedagang di TPS yang telah dibuat. Tapi diakuinya, pembangunan TPS sampai sekarang masih kekurangan lokasi untuk menampung seluruh pedagang Pasar Kranji.

“Jika mengacu pada hasil rapat minggu lalu, pemerintah ingin secepatnya pedagang di relokasi ke TPS keseluruhan. Tapi dengan kondisi sekarang, pengembang belum bisa menyediakan TPS sesuai kebutuhan pedagang. Sehingga kemungkinan, baru bisa pindah total awal Februari 2021,” tukasnya.

Saat ini beberapa sisi pasar yang terdapat bangunan ruko tengah diroboh. Setelah itu selesai maka akan dijadikan TPS.

“Sekarang belum bisa dipindahkan, karena pengaturan zonasi terus dilakukan. Total kekurangan TPS masih sekitar 300-an kios lebih. dari yang ada sekarang. Kedepan ditempat lama pasar sementara memang dipakai pedagang kaki lima, nanti mereka pindah jika semua TPS sudah tersedia,” jelasnya.

Kepala Pasar, Kranji Amas dikonfirmasi terpisah, mengakui pembenahan pasar masih berjalan. Bahkan lanjutnya kantor pasar yang berada di ruko sisi utara sedang di robohkan.

“Jadi harap maklum jika terjadi kemacetan, karena pasar sedang dalam pembenahan. Saya saja berkantor di luar pasar sekarang, karena sedang dirobohkan untuk dibangun baru,” pungkasnya.

Pantauan di lokasi, juga terlihat tumpukan sampah, tepat berada di sisi kiri pasar tepi jalan raya. Hal itu juga membuat pengendara tidak nyaman karena aroma sampah menyeruak sepanjang jalur sekitar dari tumpukan sampah pasar tersebut.

Lihat juga...