Langgar Prokes, Polres Sikka Bubarkan Acara Sosialisasi HAKI

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Aparat Kepolisian Resort (Polres) Sikka, Polda NTT mendatangi acara sosialisasi Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan peluncuran sistem pengelolaan pajak berbasis online di Kherubim Convention Center, Kota Maumere, Kabupaten Sikka.

Kabag Ops Polres Sikka, Polda NTT, AKP Wilhelmus Sinlae saat ditemui di aula Kherubim Convention Center, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Senin (21/12/2020). Foto : Ebed de Rosary

Pembubaran dilakukan aparat kepolisian yang dimpimpin langsung Kabag Ops Polres Sikka setelah rombongan Bupati Sikka meninggalkan kegiatan karena dinilai melanggar protokol kesehatan dan tidak mengantongi izin.

“Ini kan kita dalam masa pandemi Covid-19 sehingga apabila ada kegiatan apapun minimal ada izin dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sikka,” kata Kabag Ops. Polres Sikka AKP. Wilhelmus Sinlae saat ditanyai media di Kherubim Convention Center, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Senin (21/12/2020).

Wilhelmus katakan, apabila tidak mengurus izin dari Polres Sikka minimal mengurus izin ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka sehingga pihak kepolisian bisa mengetahui karena pasti ada tembusannya ke Polres Sikka.

Disebutkan, apabila Polres Sikka mengetahui kegiatan tersebut sebelumnya maka personel polisi sebelumnya sudah melakukan survey lokasi kegiatan agar sesuai protokol kesehatan.

“Kalau gugus tugas ada izin pasti ada tembusan ke kepolisian. Jadi walaupun kepolisian tidak diberitahu kita tahu jadi kita datang untuk survey lokasinya,” ucapnya.

Wilhelmus melalui pengeras suara menegaskan, karena kegiatan ini tidak ada permohonan izin maka dengan berat hati pihaknya memohon agar yang sudah mengikuti kegiatan bisa meninggalkan lokasi.

Dirinya menambahkan, bagi yang belum mengikutinya, silahkan dilanjutkan tetapi dengan penerapan protokol kesehatan dan pihaknya akan melakukan pemantauan agar sesuai protokol kesehatan.

“Kegiatan ini setelah kami seliidiki ternyata tidak memiliki izin apapun sehingga kami mohon agar semua keluar dari ruangan ini. Kami sudah mengimbau berulang kali,” terangnya.

Salah seorang warga Kota Maumere, Petronela Lise memberi apresiasi atas apa yang dilakukan pihak kepolisian sebab menurutnya penyebaran virus Corona di Kabupaten Sikka kian mengkhawatirkan karena sudah ada banyak transmisi lokal.

Nela sapaannya berharap agar pihak kepolisian pun menindak tegas berbagai acara pesta dan pertemuan yang digelar baik oleh masyarakat maupun berbagai organisasi termasuk pemerintah daerah yang melanggar protokol kesehatan.

“Harus tindak tegas siapapun yang membuat kegiatan dan melanggar protokol kesehatan sebab penyebaran virus Corona di Kabupaten Sikka sungguh mengkhawatirkan,” ucapnya.

Lihat juga...