Lebak Rawan Banjir dan Longsor, BPBD Minta Masyarakat Waspada

LEBAK  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Provinsi Banten meminta masyarakat mewaspadai bencana banjir dan longsor menyusul curah hujan di daerah itu cukup tinggi.

“Kewaspadaan itu dapat mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan material cukup besar,” kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Febby Rezky Pratama, di Lebak, Minggu.

Masyarakat Kabupaten Lebak yang tinggal di daerah rawan bencana alam mencapai ribuan kepala keluarga terutama yang bermukin di sekitar aliran sungai dan perbukitan di kaki Gunung Salak.

“Biasanya, di daerah itu jika curah hujan tinggi sangat berpotensi bencana banjir bandang, banjir dan longsor, terlebih saat ini menghadapi fenomena La Nina,” katanya.

Ia mengungkap, bencana banjir dan longsor pada awal tahun 2020 telah mengakibatkan ribuan warga di Kecamatan Lebak Gedong, Cipanas, Sajira, Maja, Lebak Gedong dan Cimarga tinggal di pengungsian.

Bencana alam awal 2020 itu juga menyebabkan sembilan orang dilaporkan meninggal dunia, ratusan rumah warga dan puluhan infrastuktur mengalami kerusakan berat hingga roboh terbawa arus sungai juga diperkirakan mengalami kerugian material mencapai Rp100 miliar.

Oleh karena itu, BPBD Lebak tidak henti-hentinya melakukan imbauan kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam agar meningkatkan kewaspadaan.

Lihat juga...