Lembata Gencarkan ‘Rapid Test’ Cegah Klaster Pengungsian Ile Lewotolok

Editor: Koko Triarko

LEWOLEBA – Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, melalui Tim Keselamatan Komando Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunung Ile Lewotolok, sejak Sabtu (5/12/2020) melakukan rapid test terhadap para pengungsi yang mendiami berbagai posko pengungsian.

Pelaksanaan rapid test dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 terhadap para pengungsi yang sedang ditampung di 13 posko yang ada, dan tersebar di beberapa lokasi di Kota Lewoleba.

Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, saat ditemui di rumah jabatan wakil bupati di Kota Lewoleba, NTT, Kamis (3/12/2020). -Foto: Ebed de Rosary

“Kita sudah seminggu melakukan rapid test, agar jangan sampai pengungsi tertular Covid-19 dan timbul klaster pengungsi Ile Lewotolok,” sebut Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, saat dihubungi Cendana News, Jumat (11/12/2020).

Thomas mengatakan, para pengungsi yang berada di posko pengungsian terdiri dari beragam usia, baik bayi dan balita, remaja, orang tua, mapun para lansia serta difabel yang tentunya harus dijaga kesehatannya.

Lihat juga...