Lezatnya Nasi Bakar Isi Ayam, Kuliner Alternatif di Tanjung Karang

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Mengunjungi kota Tanjung Karang, Bandar Lampung, kurang lengkap tanpa menikmati sajian kuliner. Nasi bakar, adalah salah satu kuliner unik, yang bisa menjadi alternatif bagi pemburu kuliner malam di kota Tapis Berseri.

Adalah rumah makan Dua Hati, salah satu tempat yang terrekomendasi untuk mendapatkan kuliner pengganjal perut tersebut. Nasi bakar ayam, menjadi salah satu menu pilihan yang disajikan wanita berkerudung biru dan akrab disapa Ita pada Sabtu (19/12/2020) malam.

Menyambut setiap tamu yang datang, Ita terlihat sigap menyajikan daftar menu, sembari menawarkan sejumlah menu kuliner. Tepat berada di depan pusat perbelanjaan Center Point, Ita menyebut, nasi bakar menjadi menu favorit. Meski banyak menu boga bahari (seafood) dan menu lain, permintaan nasi bakar ayam menjadi penyumbang terbanyak dikenalnya rumah makan tersebut. Mampir ke pusat kuliner tersebut, belum lengkap jika tidak menikmati nasi bakar.

Ada beberapa varian nasi bakar yang ditawarkan, selain ayam, isian nasi bakar berupa teri, ebi, ikan juga disediakan. “Kami kerap menerima pesanan nasi bakar dari karyawan pusat perbelanjaan, karena konsep penyajian nasi bakar yang dipadukan dengan lauk berbagai jenis, sayur dan sambal, menjadi penggugah selera. Praktis dibawa dengan daun pisang, sebagai bungkus menambah selera makan,” terang Ita Kartika, saat ditemui Cendana News, Sabtu (19/12/2020) malam.

Nasi bakar ayam khas Rumah Makan Dua Hati dilengkapi dengan sajian cah kangkung,tempe goreng siap menggugah selera pelanggan di Jalan Kartini,Tanjung Karang,Bandar Lampung,Sabtu (19/12/2020) – Foto Henk Widi

Proses pembuatan nasi bakar disebut Ita tidak rumit. Namun, demi mempercepat pelayanan pelanggan, nasi bakar disajikan setelah tersedia siap saji. Proses pembuatan nasi lengkap dengan bumbu dan isian yang telah disiapkan. Bahan utama yang dipakai berupa beras, daun salam, serai, santan, garam untuk memasak beras. Semua bahan tersebut telah dimasak untuk disajikan saat ada pesanan.

Ita dan juru masak lain, akan menambahkan isian berupa ayam, teri, ikan sesuai selera pelanggan. Khusus untuk ayam, pilihan bagian paha telah dimasak bersama bumbu rempah. Bumbu tersebut meliputi daun salam, serai, kaldu, bawang merah, bawang putih, cabe rawit hijau, kunyit, jahe dan bahan penyedap rasa. Dan ayam yang menjadi isian, disiapkan terlebih dahulu dengan cara dibakar agar matang. “Nasi yang akan dibakar telah matang dengan bumbu selanjutnya bersama ayam, daun melinjo dan sambal, dimasukkan kedalam bungkus daun pisang lalu dibakar,” jelasnya.

Kondisi nasi yang telah matang, ayam, dan isian, membuat proses pembakaran daun pisang tidak membutuhkan waktu terlalu lama. Menggunakan alat pemanggang elektrik, membuat daun pisang terhindar dari aroma gosong.  Aroma harum akan tercium, saat bungkus daun pisang telah dibakar. Tambahan daun kemangi pada saat membakar nasi berisi ayam, akan semakin menggiurkan hati untuk menikmatinya.

Dengan memanfaatkan bahan yang sudah matang, membuat pelanggan hanya menunggu waktu sekira 20 menit untuk mendapatkan pesanan. Selain menu utama nasi bakar ayam, sajian tambahan yang bisa dipilih adalah sayur ca kangkung, sambal tomat, tempe goreng, serta segelas jeruk hangat.  Semuanya disajikan dengan cepat, berkat kegesitan juru masak membuat perut yang sudah berbunyi segera bisa diisi dengan nasi bakar. “Kami selalu berikan layanan cepat, agar pelanggan bisa segera menikmati hidangan apalagi saat jam makan malam,” tandasnya.

Rohmanto pelanggan nasi bakar menyebut, kerap memilih nasi bakar isian teri. Menu sederhana tersebut cukup mengenyangkan baginya, terlebih karena harganya terjangkau bagi seorang mahasiswa. Nasi bakar disebutnya, memiliki aroma khas yang menggugah selera. “Pasangan untuk makan nasi bakar yang kerap saya pilih berupa kopi hangat, agar bisa lebih lama menikmati suasana bersama kawan,” tuturnya.

Stevani pelanggan lain mengaku memilih nasi bakar isi ayam. Lengkap dengan sambal pedas tercampur dengan daun melinjo, teri dan ebi, semua kelezatan berpadu di dalam satu kemasan. Aroma khas nasi bakar semakin terasa, saat menyuap daging ayam bersama nasi ke mulut.

Sensasi makan nasi bakar akan sangat terasa, hingga berkeringat karena pedasnya sambal cabai rawit. Bagi Stevani, menikmati nasi bakar yang cukup berlemak semakin lengkap dengan segelas jeruk panas. Cukup hanya mengeluarkan kocek kurang dari Rp50.000, Stevani bisa menikmati nasi bakar ayam seharga Rp25.000 bersama lauk dan minum.

Lihat juga...