Lebaran CDN

Libur Nataru, Operasional Objek Wisata di Lamsel Dibatasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) pilih membatasi pembukaan objek wisata selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, menyebut, sejumlah objek wisata (obwis) potensial timbulkan kerumunan agar ditutup sementara. Kebijakan tersebut dikakukan dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto (kanan), saat melakukan pemantauan kesiapan ASDP Bakauheni menghadapi libur Nataru, Kamis (17/12/2020) – Foto: Henk Widi

Kebijakan penutupan obwis di wilayah Lamsel tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Lamsel Nomor 15 Tahun 2020.

Kebijakan tersebut diambil dengan alasan masih tingginya angka kasus penyebaran Covid-19 di wilayah Lamsel dan sejumlah kabupaten di Lampung. Pelaku usaha, obwis diwajibkan menutup kegiatan wisata mulai Kamis (31/12/2020) hingga Jumat (1/1/2021).

Selain larangan membuka obwis kala libur pergantian tahun, Pemkab Lamsel lanjut Nanang Ermanto, melarang kegiatan perayaan tahun baru. Sebab kegiatan tersebut berpotensi menimbulkan kerumunan. Meski demikian operasional sejumlah restoran, usaha jasa lain boleh berjalan seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Obwis di Lamsel terutama pada sejumlah tempat yang sedang hits harus ditutup saat libur tahun baru dengan adanya masukan dari Dinas Kesehatan meminimalisir terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 pada area objek wisata dengan adanya kunjungan wisatawan dari luar daerah,” terang Nanang Ermanto di Kalianda, Minggu (27/12/2020).

Nanang Ermanto bilang libur Nataru dibagi dalam dua tahap yakni 24-27 Desember 2020. Seluruh aparatur sipil negara (ASN) tetap masuk kerja mulai 28-30 Desember 2020, selanjutnya pada tanggal 31 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021 libur kembali.

Liburan bagi para ASN sebutnya agar dipergunakan dengan baik dan tidak berkunjung ke obwis yang menimbulkan kerumunan.

Surat edaran terkait aktivitas hiburan di obwis dan tempat hiburan telah disampaikan ke manajer hotel, pemilik kafe, restoran, manajer karaoke, pemilik tempat hiburan.

Surat edaran tersebut sekaligus mendukung Edaran Gubernur Lampung Nomor: 045.2/3921/V.06/2020 tentang Natal dan Pergantian Tahun Baru. Selain itu mengikuti maklumat Kapolri Nomor: Mak/4/XII/2020 tentang kepatuhan prokes saat libur Nataru.

“Setiap kegiatan yang dilakukan harus mematuhi protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Suasana libur Nataru dengan objek wisata bahari dan perbukitan jadi pilihan membuat pengelola memperketat kunjungan.

Rusli, pengelola pantai Pedada, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang menyebut jumlah kunjungan meningkat kala libur Natal. Namun ia menyebut pengunjung menjalani protokol kesehatan ketat. Memakai masker, cuci tangan, jaga jarak diterapkan.

Rusli, pengelola objek wisata pantai Pedada, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan tetap membuka objek wisata selama libur Nataru untuk warga di sekitar wilayah setempat dengan menjaga protokol kesehatan, Minggu (27/12/2020) – Foto: Henk Widi

Rusli menyebut saat pergantian tahun baru ada imbauan agar obwis ditutup sementara. Ia menyebut masih berkoordinasi dengan tim gugus tugas Covid-19 desa dan kecamatan. Sebab sebagai obwis alam ia menyebut telah melakukan pembatasan kapasitas pengunjung.

Prioritas kunjungan hanya diberikan bagi warga asal wilayah setempat dan melarang warga asal luar wilayah.

“Kami tetap hati-hati untuk mengizinkan pengunjung asal luar wilayah berkunjung, apalagi dari zona merah penyebaran Covid-19,” cetusnya.

Obwis perbukitan yang sedang hits, bukit Pematang Sunrise di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni jadi salah satu obwis yang banyak dikunjungi.

Samsul Bahri, pengelola wisata alam tersebut mengaku, pengelola telah melakukan penyiapan tempat cuci tangan dan penyanitasi tangan. Setiap pengunjung sebutnya akan dicek suhu tubuh saat akan masuk obwis tersebut.

Saat libur pergantian tahun, lokasi dengan pemandangan laut Selat Sunda dipesan oleh pehobi wisata alam. Sebagian wisawatan yang akan berkunjung sebutnya wajib mendaftar.

Area berkemah yang disiapkan akan dibatasi. Selama libur Nataru obwis tersebut masih kerap dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam perbukitan.

Lihat juga...