Libur Nataru Pusat Oleh-Oleh Kuliner di Lampung Kebanjiran Pesanan

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), membuat pusat penjualan oleh-oleh di Lampung kebanjiran pesanan. Bahkan sejumlah toko penjualan kuliner di Jalan Batu Sangkar, Tanjung Karang, Bandar Lampung mengalami peningkatan penjualan.

Samiran, salah satu pedagang kuliner menyebut, pesanan yang paling banyak diterima adalah jenis otak-otak ikan tenggiri. Kuliner tersebut biasa dibuat olehnya, dengan sistem dibekukan (frozen). Setiap ada pembeli, otak-otak disajikan dalam kondisi hangat usai dibakar.

Disantap bersama dengan sambal kacang, penjualan otak-otak tengiri kerap dilakukan dengan sistem terpisah. Otak-otak bungkus daun pisang dan sambal kacang yang dibungkus plastik. Pembeli yang akan menikmati langsung saat membeli otak-otak bisa menyantapnya bersama sambal kacang. Untuk dibawa keluar kota, otak-otak tengiri disiapkan dalam kemasan besek bambu. Otak-otak yang terbuat dari daging ikan, tepung sagu dan bumbu rempah, dijual seharga Rp1.000 perbungkus.

Otak otak ikan tenggiri yang dibakar buatan Samiran di Jalan Batu Sangkar, Tanjung Karang, Bandar Lampung, Sabtu (26/12/2020) – Foto Henk Widi

“Otak otak ikan dibuat dalam dua varian berbentuk bulat seperti bakso dan pipih yang dibungkus daun pisang sesuai permintaan akan disajikan setelah dikukus serta dibakar, permintaan meningkat dua kali lipat dibanding kondisi normal,” terang Samiran, saat ditemui Cendana News, Sabtu (26/12/2020)

Samiran menyebut, selain menjual secara langsung, ia juga memanfaatkan penjualan online. Dengan cara tersebut, dia tetap bisa melayani pelanggan dari luar daerah, yang tidak bisa datang ke Lampung karena pandemi COVID-19.  Pedagang kuliner lain, Rudi menyebut, di tempatnya permintaan kue kering meningkat sejak sepekan menjelang Natal. Permintaan didominasi kue kering jenis emping, keripik dan berbagai jenis kerupuk. “Pembeli yang datang sebagian merupakan warga luar wilayah yang akan kembali dengan membawa oleh-oleh kue,” cetusnya.

Kue kering dibeli mulai lima hingga 10 kilogram, dengan harga jual Rp15.000 hingga Rp70.000 per-kilogram. Kue kering diproduksi usaha kecil yang ada di Lampung.  Pesanan yang meningkat saat libur Nataru disebut Rudi, sangat dirasakan bila dibandingkan kondisi tiga bulan sebelumnya. Namun, peningkatan pesanan yang diterima, masih belum mengalahkan libur Nataru tahun lalu.

Bebagai aturan seperti harus menjalani rapid test saat masuk ke Kota Bandar Lampung, berimbas pengunjung sepi. “Meski sepi kunjungan asal luar wilayah Lampung, namun permintaan kue untuk oleh-oleh berasal dari warga yang akan dikirim ke kerabat dengan sistem paket,” cetusnya.

Munculnya jasa pengiriman barang, ikut memicu permintaan kue kering. Jika hanya mengandalkan penjualan dan pembelian online, ia masih bisa melayani pelanggan. Meski harus mengeluarkan ongkos kirim, sistem pembelian online saat ini menjadi pilihan.

Lihat juga...