LPEI Salurkan Kredit Modal Kerja Rp9,5 M untuk UKM Berorientasi Ekspor

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) kembali memberikan kredit modal kerja kepada empat Usaha Kecil Menengah (UKM) berorientasi ekspor sebesar Rp9,5 miliar. Kredit itu disalurkan melalui skema penugasan khusus ekspor.

Direktur Eksekutif LPEI, Daniel James Rompas menyampaikan, pemberian fasilitas pembiayaan tersebut merupakan amanah pemerintah untuk turut membantu Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sekaligus meningkatkan ekspor nasional.

“Kami sebagai SpecialMissionVehicle mendapat tugas untuk turut mendukung pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Penugasan Khusus Ekspor Pembiayaan UKM adalah salah satu mandat yang kita realisasikan hari ini melalui pemberian pembiayaan kepada UKM berorientasi ekspor. Kami juga bersinergi dengan Kementerian Perdagangan RI dalam rangka peningkatan ekspor tersebut,” James, dalam kegiatan diskusi bertajuk Saatnya UKM Menuju Pasar Global, Selasa (8/12/2020).

Adapun keempat UKM yang mendapatkan pembiayaan tersebut adalah CV Media Mitra Indonesia, dengan nilai Rp500 Juta. UKM asal Pasuruan yang bergerak di bidang ekspor kapuk ini sebelumnya merupakan peserta program Coaching Program for New Exporter (CPNE) yang mampu naik kelas hingga mendapatkan pembiayaan.

“Selain itu, supplier udang untuk PT Panca Mitra Multiperdana (Bapak Supriyono) yang berlokasi di Banyuwangi mendapat pembiayaan senilai Rp3 miliar. Lalu CV Cocoon Asia, UKM asal Bantul mendapatkan pembiayaan senilai Rp3,5 miliar untuk mendukung kegiatan usaha yang bergerak di bidang furniture. Terakhir adalah CV Arezou UKM asal Solo yang bergerak di bidang wood wall panel dengan nilai pembiayaan Rp 2,5 miliar,” ungkap James.

Lebih lanjut James menegaskan, bahwa pemberian fasilitas pembiayaan modal kerja kepada UKM dengan skema penugasan khusus ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan RI No.372/KMK.08/2020 tentang Penugasan Khusus Kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia dalam Rangka Mendukung Sektor Usaha Kecil dan Menengah Berorientasi Ekspor.

“Penugasan pemerintah kepada LPEI itu sekali lagi bertujuan untuk memulihkan sektor UKM khususnya berorientasi ekspor di tengah pandemi Covid-19,” tukas James.

Pada forum yang sama, Direktur Pelaksana III LPEI, Agus Windiarto menambahkan, bahwa LPEI juga memberikan Jasa Konsultasi melalui program Coaching Program for New Exporters (CPNE) berupa pendampingan selama 1 tahun secara gratis kepada pelaku UKM berorientasi ekspor.

“Program ini bertujuan untuk menciptakan eksportir baru serta meningkatkan kapasitas UKM. Hingga akhir tahun 2020, LPEI telah menciptakan 59 eksportir baru dari berbagai sektor usaha,” kata Agus.

Menurut Agus, layanan Coaching merupakan bentuk komitmen LPEI untuk mendukung kemajuan para pengusaha UKM berorientasi ekspor.

“Harapannya, agar masyarakat terutama mereka yang memiliki usaha berorientasi ekspor dapat tertarik untuk lebih mendalami seluk beluk pengelolaan usaha mulai dari mengelola keuangan, merancang desain produk, mengatur arus kas, hingga memanfaatkan fasilitas pembiayaan, penjaminan dan asuransi dalam rangka ekspor,” pungkas Agus.

Lihat juga...