Mahasiswa Unja Ubah Limbah Sabut Kelapa Jadi Bio Etanol

JAMBI — Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi mengembangkan produksi bio etanol dari limbah sabut kelapa melalui program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) di Desa Lagan Tengah, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

“Program PHP2D ini mengambil judul produksi bio etanol dari limbah sabut kelapa (Cocos nucifera) menggunakan proses fermentasi di Desa Lagan Tengah dalam mewujudkan desa mandiri energi,” kata Ketua Himateka Unja Indra Gunawan di Jambi, Kamis (10/12/2020).

Limbah sabut kelapa tersebut dimanfaatkan dan diolah menjadi gas bio etanol karena di desa tersebut limbah sabut kelapa tersebut sangat melimpah. Sehingga limbah tersebut dapat dimanfaatkan dalam mewujudkan desa mandiri energi.

Dimana selama ini limbah sabut kelapa tersebut hanya di biarkan, bahkan limbah sabut tersebut dibakar jika sudah terlalu banyak.

“Pemanfaatan limbah sabut kelapa ini juga dikarenakan masih terjadinya kelangkaan bahan bakar gas LPG di desa Lagan Tengah,” kata Indra Gunawan.

Program PHP2D tersebut merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Badan Eksekutif Mahasiswa dengan tujuan menumbuhkan rasa peduli mahasiswa dan berkontribusi kepada masyarakat desa agar terbangun desa binaan aktif, mandiri, berwirausaha dan sejahtera.

Himateka Fakultas Sains dan Teknologi Unja merupakan salah satu tim yang berhasil menerima dana hibah program dengan anggota tim sebanyak 25 orang yang menjalankan program PHP2D di Desa Lagan Tengah yang dilaksanakan dari bulan Agustus sampai November 2020.

Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang ada di Desa Lagan Tengah.

“Limbah sabut kelapa ini harapannya dapat mengatasi permasalahan kelangkaan bahan bakar LPG di desa,” kata Indra Gunawan. (Ant)

Lihat juga...