Manuver Usaha Selamatkan UMKM dari Dampak Pandemi

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Pandemi Covid-19 diakui sangat berdampak terhadap seluruh bidang usaha, termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Banyumas. Namun, mereka mampu bertahan dan tidak ada yang sampai gulung tikar.

Ketua Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Banyumas (Aspikmas), Pujianto, mengatakan, saat ini tercatat ada sekitar 2.500 pelaku UMKM yang tergabung dalam Aspikmas. Dan, mereka semua masih bertahan di tengah pandemi.

“Anggota kita didominasi pelaku usaha mikro, bahkan banyak yang ultra mikro, tetapi karena masih mikro ini mereka mampu bertahan di tengah pandemi,” jelasnya kepada Cendana News, Selasa (22/12/2020).

Ketua Asosiasi Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Banyumas (Aspikmas), Pujianto, di Purwokerto, Selasa (22/12/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Menurut Pujianto, kemampuan bertahan pelaku usaha mikro dan kecil ini karena mereka mampu menangkap peluang alternatif saat usaha utamanya terdampak. Sehingga dengan cepat mereka berganti usaha yang dipandang lebih berpotensi untuk berkembang. Dan, mengingat gerbong usahanya belum begitu besar, maka alih usaha ini menjadi lebih ringan, tidak menimbulkan kerugian dalam jumlah besar.

“Jadi pada prinsipnya, siapa yang mampu bermanuver peluang usaha lain dengan cepat, maka usahanya bisa bertahan dan hampir semua anggota kami melakukan hal tersebut dengan cepat. Sehingga sekali pun terdampak pandemi Covid-19, namun tidak ada yang sampai gulung tikar,” terangnya.

Pujianto yang memiliki usaha produksi kaos ngapak, khas Banyumas ini mengatakan, ia pernah membangun usaha kuliner, yaitu pisang coklat. Persiapan yang dilakukan sangat matang, bahkan resep pisang coklat diburu hingga ke luar daerah, mencari yang paling enak.

Namun, pada saat itu dilandasi keinginan meciptakan tren baru, ia langsung membuka banyak cabang di beberapa lokasi. Ada 10 tempat usaha yang dibuatnya khusus pisang coklat.

“Usaha pisang coklat saya hanya mampu bertahan sekitar 8 bulan, ketika mau bermanuver ke usaha lain, gerbong usaha ini sudah cukup besar bagi saya, sehingga berat. Jadi banyak keuntungan yang diperoleh dari usaha mikro dan kecil, di antaranya gerbong usaha yang tidak terlalu besar, membuat risiko yang tidak besar pula,” ucapnya.

Aspikmas yang baru terbentuk pada pertengahan Juli 2019 ini, jumlah keanggotaannya terbilang sudah cukup banyak, yaitu ada 2.500 pelaku usaha dari total jumlah pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas yang mencapai 84.000 orang lebih.

Salah satu pelaku usaha mikro yang tergabung dalam Aspikmas, Kristin, mengaku mendapatkan pendampingan serta kemudahan untuk memasarkan produknya setelah bergabung dengan Aspikmas. Setiap harinya, Kristin memproduksi minuman sari almond dalam kemasan botol.

“Dari pihak Aspikmas selalu mendampingi kita, mulai dari proses prizinan hingga pemasaran produk juga dibantu, sekarang saya sudah bisa menjual secara online, sehingga omset juga mengalami peningkatan,” tuturnya.

Lihat juga...