‘Mark Up’ Alat Atasi Corona, Pejabat Hanoi Divonis 10 Tahun

HANOI  – Pengadilan Vietnam pada Sabtu memvonis pejabat setempat, Kepala Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Hanoi 10 tahun penjara, usai terbukti bersalah melakukan ‘mark-up’ terkait pengadaan peralatan untuk membantu mengatasi wabah COVID-19.

Nguyen Nhat Cam, 57, dituding menggelembungkan biaya sistem pengujian COVID-19 selama transaksi, hingga merugikan anggaran negara sebesar 5,4 miliar dong Vietnam, demikian Kementerian Keamanan Publik melalui pernyataan.

Perbuatan Cam dan juga antek-anteknya akan berdampak negatif pada citra para dokter dan badan anti-COVID-19, membuat masyarakat geram dan merusak kepercayaan terhadap sektor kesehatan, bunyi pernyataan tersebut.

Pengadilan juga memvonis sembilan orang lainnya tiga hingga 6,5 tahun penjara atas keterlibatan mereka.

Lihat juga...