Masa Tanggap Darurat Semeru di Lumajang Diperpanjang

Sekda Lumajang, Agus Triyono (tengah), mengumumkan perpanjangan masa tanggap darurat bencana Gunung Semeru usai rapat koordinasi di di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Senin (14/12/2020) – Foto Ant

LUMAJANG – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur memperpanjang masa tanggap darurat bencana Gunung Semeru selama tujuh hari ke depan. Hal itu untuk mengantisipasi ancaman bahaya sekunder, seperti aliran material lahar gunung api tersebut.

Sekretaris Kabupaten Lumajang, Agus Triyono mengumumkan, masa tanggap darurat bencana Gunung Semeru dipernjang tujuh hari mulai 15 Desember sampai 21 Desember 2020. Sebelumnya Pemkab Lumajang menetapkan masa tanggap darurat pada 1 Desember hingga 14 Desember 2020. “Forkopimda telah berkoordinasi untuk mengambil kebijakan, yakni melakukan perpanjangan tanggap darurat bahaya sekunder bencana Semeru,” kata Agus, di Posko Terpadu Penanggulangan Bencana di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Senin (14/12/2020).

Kebijakan untuk memperpanjang masa tanggap darurat tersebut diambil, berdasarkan kajian, laporan dan masukan dari seluruh elemen, termasuk pengamatan pos pantau Gunung Semeru. “Intensitas hujan yang tinggi berpotensi untuk membawa material lahar yang sebelumnya sudah mengendap di Curah Kobokan maupun daerah aliran sungai yang mengalir ke Sungai Bondeli,” tuturnya.

Agus mengimbau, masyarakat untuk tetap waspada, mengingat material yang dibawa lahar masih panas, sehingga berpotensi membahayakan masyarakat. “Masyarakat diimbau tetap tenang dan tetap waspada. Kami ingatkan kepada para penambang jika dimungkinkan untuk menghentikan sementara aktivitas penambangan pasir karena berbahaya,” tegasnya.

Masyarakat yang ingin memberikan donasi, tetap disarankan untuk menyalurkan bantuannya melalui Posko Terpadu Penanggulangan Bencana di Dusun Kamar Kajang. Sementara itu, aktivitas Gunung Semeru berdasarkan pengamatan di Pos Pengamatan Gunung Api Semeru yang ada di Gunung Sawur, pada periode Senin (14/12/2020) pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, secara visual gunung kabut dan asap kawah tidak teramati karena dominan tertutup kabut. Sedangkan aktivitas kegempaan terekam dua kali guguran, satu kali gempa harmonik, dan satu kali vulkanik dangkal dengan status Gunung Semeru pada level II atau waspada.

Masyarakat diimbau tidak beraktivitas dalam radius satu kilometer (km) dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Dan tidak melakukan aktivitas berjarak empat km arah bukaan kawah di sektor selatan-tenggara. Serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Masyarakat diimbau menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas, karena saat ini suhunya masih tinggi. Termasuk perlu mewaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan. Selain itu, masyarakat diminta waspada terhadap ancaman lahar di alur sungai dan lembah yang berhulu di Gunung Semeru, mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk. (Ant)

Lihat juga...