Masjid Babah Alun, Destinasi Wisata Religi Simbol Toleransi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Masjid Babah Alun menambah daftar destinasi wisata religi di DKI Jakarta. Sebuah masjid dengan arsitektur khas Tionghoa itu berdiri tepat di samping jalur tol Depok-Antasari (Desari), Kelurahan Cilandak, Jakarta Selatan.

Bangunan masjid yang diresmikan tepat pada tahun baru Islam, 1 Muharram 1442 Hijriyah atau 20 Agustus 2020 Masehi ini, menggambarkan nuansa pecinan yang sangat kental. Seperti yang tampak pada bentuk atap, elemen-elemen dan struktur terbuka, serta penggunaan warna yang khas, yakni merah menyala, dengan dinding berwarna putih gading, yang jadi ciri khas masyarakat Tionghoa.

Tampilan Masjid Babah Alun yang memiliki arsitektur khas Tionghoa, Minggu (13/12/2020), di Jakarta Selatan. Foto: Amar Faizal Haidar

Selain itu kusen pintu dibuat melingkar yang dihiasi ornamen Tionghoa berwarna merah dan kuning emas. Nuansa Islami juga terasa di antara corak Tionghoa dengan hadirnya lukisan kaligrafi pada pintu masuk dan juga pilar masjid.

Dalam beberapa kesempatan, Muhammad Yusuf Hamka, pria muslim keturunan Tionghoa yang membangun masjid tersebut mengatakan, bahwa Babah Alun tidak sebatas rumah ibadah, namun lebih dari itu, Babah Alun merupakan simbol toleransi beragama.

“Kalau kita lihat, memang desain bangunannya mirip seperti kelenteng (tempat ibadah warga Tionghoa), tujuannya adalah untuk menggambarkan bahwa Islam itu bisa menghargai keberagaman, merawat keberagaman dan hidup berdampingan dalam damai,” kata Yusuf Hamka pada salah satu video yang diunggah di Youtube pada Minggu (17/5/2020).

Masjid ini sangat mudah diakses untuk beribadah, khususnya bagi para pengendara kendaraan roda empat yang melintas di jalur tol Desari. Pasalnya, pintu masuk masjid itu juga disediakan sebelum pintu masuk tol Desari.

Dengan demikian, jika melintas di jalur tersebut dan kemudian bertepatan dengan waktu salat, pengendara dapat langsung masuk tanpa harus keluar tol. Di area masjid juga disediakan Pojok Halal, jadi bisa digunakan sekaligus untuk beristirahat.

Nenden, salah satu pengunjung yang ditemui Cendana News di lokasi tersebut mengaku senang dan bangga melihat kemegahan serta keindahan Masjid Babah Alun. Menurutnya, masjid tersebut memberi kesan yang mendalam.

“Iya di tengah kondisi hidup beragama kita yang kadang penuh konflik, justru masjid ini mengajarkan, bahwa setiap hal bisa berdampingan, setiap perbedaan bisa diharmoniskan,” katanya, Minggu (13/12/2020).

Menurut Nenden, beribadah di Masjid Babah Alun memberi ketenangan. Dan selain itu, ia bisa menikmati hampir seluruh sisi di masjid tersebut untuk berfoto dan mengabadikannya di media sosial miliknya.

“Keren banget. Cocok buat berfoto-foto, tapi yang paling penting tetap harus beribadah. Jangan cuma foto tapi nggak salat,” tukasnya.

Lihat juga...