Masyarakat Diminta Patuhi Aturan Cegah Meluasnya Covid-19

Editor: Koko Triarko

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam salah satu kegiatan konpers online. –Dok: CDN

JAKARTA – Berbagai persiapan dilakukan pemerintah dalam menghadapi liburan panjang akhir tahun. Pemerintah Pusat melalui Satgas Penanganan Covid-19, meminta semua pemerintah daerah mempersiapkan diri dalam menghadapi arus perjalanan dari satu daerah ke daerah lainnya.

Hal tersebut salah satunya dilakukan dengan menerapkan pemeriksaan pada pelaku perjalanan, dan memastikan kondisi pelaku perjalanan dalam keadaan sehat. Hal ini dilakukan agar tidak ada sumber penularan baru.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito, menyatakan pemeriksaan pelaku perjalanan dapat dilakukan dengan menggunakan swab antigen.

“Screening dapat menggunakan swab antigen yang diakui oleh WHO sebagai alat screening Covid-19,” kata Wiku pada awak media, Jumat (18/12/2020).

Menkomarves Luhut B Panjaitan saat melakukan konpers di Gedung Kemenkomarves, Jakarta. –Dok: CDN

Ia menyebutkan, bahwa tindakan screening ini merupakan langkah antisipasi yang menjadi bagian kebijakan perjalanan periode libur panjang.

“Meski terkesan sulit, masyarakat harus menyadari, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah ditujukan melindungi masyarakat dan mencegah lonjakan penularan kasus Covid-19,” ucapnya.

Pemerintah, lanjutnya, mengharapkan masyarakat dapat mematuhi apa yang ditetapkan. Untuk menghindari terjadinya lonjakan kasus Covid-19, baik selama masa liburan panjang maupun setelahnya.

“Lonjakan kasus ini membawa dampak lanjutan lainnya, seperti berkurangnya kapasitas tempat tidur yang tersedia di ruang isolasi dan ruang ICU, di mana pada beberapa daerah kapasitasnya sudah terisi di atas 70 persen,” urainya.

Juga makin bertambah pasien, maka tugas para tenaga medis di rumah sakit pun menjadi bertambah berat, dan bertambahnya potensi kasus positif Covid-19.

“Dan, yang paling kita khawatirkan adalah bertambahnya korban jiwa akibat Covid-19,” tandas Wiku.

Hal senada juga disampaikan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, yang menyatakan pemerintah akan menerapkan kebijakan pengetatan terukur dan terkendali.

“Ini dilakukan untuk mengendalikan penambahan kasus dan kematian dengan dampak ekonomi yang minimal,” kata Luhut.

Ia menjelaskan, dalam penerapannya akan ditentukan bahwa WFH akan diberlakukan sekitar 75 persen, pelarangan perayaan tahun baru di seluruh provinsi, pembatasan jam operasional mal, restoran dan tempat hiburan hingga pukul 19.00 WIB untuk Jabodetabek, dan pukul 20.00 untuk zona merah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Akan dilakukan pengetatan protokol kesehatan di rest area dan tempat wisata,” lanjutnya.

Bagi para pelaku perjalanan yang menggunakan kereta api jarak jauh dan pesawat, diwajibkan untuk mengambil rapid tes antigen maksimal H-2. “Untuk kunjungan ke Bali menggunakan pesawat, harus dilakukan PCR H-2 keberangkatan,” pungkasnya.

Lihat juga...