Mbah Kung Sukses Bisnis Minuman Rempah Berkat Inovasi

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Di tengah pandemi Covid-19, kreasi dan inovasi usaha diperlukan untuk tetap bisa bertahan. Termasuk dalam usaha kuliner, baik makanan atau minuman. Hal tersebut ditunjukkan oleh usaha yang mulai berdiri sejak Februari 2018, Wedang Rempah Mbah Kung.

Permintaan minuman atau wedang rempah yang berisi beragam empon-empon, rempah hingga tanaman herbal,  terus meningkat, seiring dengan keinginan masyarakat untuk meningkatkan stamina tubuh di tengah pandemi Covid-19. Peluang ini dibidik Mbah Kung dengan menggandeng mitra dan memperbanyak outlet.

“Kesadaran masyarakat untuk meningkatkan imun tubuh seiring dengan adanya pandemi covid-19 terus bertambah. Dikuatkan lagi dengan edaran Kemenkes baru-baru ini untuk menjaga imun dengan minum vitamin, memperbanyak makan buah dan lainnya, juga dilakukan dengan minum wedang rempah atau empon-empon. Bahan yang digunakan dalam wedang ini sama halnya untuk pembuatan jamu, sehingga khasiatnya pun relatif sama,” papar pemilik usaha Wedang Rempah Mbah Kung, Wawan Priyanto, saat ditemui di warungnya jalan Sidodadi Raya, Semarang, Selasa (29/12/2020).

Pemilik usaha Wedang Rempah Mbah Kung, Wawan Priyanto, saat ditemui di warungnya di jalan Sidodadi Raya, Semarang, Selasa (29/12/2020). –Foto: Arixc Ardana

Tingginya minat masyarakat dalam mengkonsumsi wedang rempah, berimbas pada peningkatan permintaan. Termasuk saat dirinya mencoba menawarkan kerja sama usaha, sambutan yang didapatkannya cukup tinggi.

“Karena saat ini masih pandemi Covid-19, kemitraan ini memang baru saya tawarkan ke teman-teman yang saya sudah kenal. Sambutannya relatif bagus, ada yang meminta dibuka di Balikpapan, Batang, Kudus dan kota-kota lainnya,” jelas Wawan.

Dalam kemitraan tersebut, dirinya mengaku tengah menyusun konsepnya. Ada sejumlah paket yang akan ditawarkan.

“Minimal dengan modal awal Rp5 juta sudah bisa memulai usaha Wedang Rempah Mbah Kung. Modal tersebut sudah meliputi both atau gerobak, hingga bahan baku untuk seminggu. Nanti jika sudah habis, bisa membeli lagi bahan baku ke tempat saya,” tambahnya.

Dari hitung-hitungan, omzet usaha tersebut bisa mencapai Rp1,3 juta per hari. Jika dikurangi dengan biaya operasional, termasuk pembelian bahan baku hingga gaji pegawai, maksimal dalam tiga bulan modal usaha tersebut sudah kembali.

“Usaha ini cukup menjanjikan, setidaknya dalam sebulan omzetnya bisa mencapai Rp9-10 juta,” terang Wawan lagi.

Agar mencapai target tersebut, lanjutnya, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan. Terutama dalam pemilihan lokasi usaha.

Sejauh ini dari pengalaman yang sudah didapatkan, lokasi terbaik dalam usaha wedang rempah, yakni di wilayah pemukiman dan pusat keramaian atau dekat fasilitas umum.

Lihat juga...