Meksiko Catatkan 6.217 Kasus Baru COVID-19 dengan 400 Lebih Kematian

Anggota staf medis beristirahat, setelah menerima vaksin Pfizer/BioNTech COVID-19 di General Hospital, saat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) terus berlanjut di Mexico City, Meksiko, Kamis (24/12/2020) – Foto Ant

MEXICO CITY – Kementerian kesehatan Meksiko melaporkan, adanya 6.217 kasus baru infeksi virus corona terkonfirmasi dengan 400 kematian tambahan. Dengan demikian total di negara itu telah terjadi 1.383.434 kasus COVID-19 dengan 122.426 kematian.

Pejabat Meksiko melakukan hari kedua inokulasi COVID-19 pada Minggu (27/12/2020) dengan vaksin dari Pfizer. Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan, kesepakatan Meksiko dengan perusahaan obat tersebut, akan menyediakan cukup vaksin untuk sekitar 700.000 hingga 750.000 orang pada Maret.

Diharapkan, pemerintah juga akan mendapatkan vaksin dari CanSino Biologics China pada Januari. Perusahaan itu dijadwalkan untuk mengirimkan vaksinnya untuk ditinjau oleh regulator kesehatan Meksiko Cofepris minggu lalu.

Sebuah studi kelompok penelitian CIDE Universitas Stanford-Meksiko menemukan, Mexico City dapat melampaui kapasitas rumah sakitnya pada akhir Desember dan memuncak pada akhir Januari. Akhir pekan lalu, pemerintah Mexico City mengirimkan pesan teks yang menyebutkan bahwa rumah sakit sedang mencapai batas.

Meksiko telah mencatat hampir 1,4 juta kasus dengan 119.495 kematian akibat COVID-19, jumlah kematian tertinggi keempat di dunia. Di pusat kota Mexico City yang ramai, spanduk memperingatkan “Anda berada di area infeksi tinggi”, sementara pesan di pengeras suara mendesak masyarakat untuk memakai masker dan menghindari pesta.

“Satu-satunya hal yaitu kita semua sehat dan melalui tahun ini. Tidak akan ada makan malam Natal, tidak akan ada hadiah,” kata pedagang kaki lima Ricardo Flores tentang keluarganya.

Gerardo Reyes, seorang akuntan menjelaskan, dia telah mengambil tindakan pencegahan, agar keluarganya bisa merayakan bersama. “Kami sudah menjalani tes untuk memastikan kami tidak akan mengalami masalah,” katanya.

Penjual makanan jalanan, Fidelina Esperon, merasa resah karena mata pencahariannya bisa terancam. “Sedikit yang saya tabung, sudah saya habiskan semuanya,” cetusnya mengomentari situasi pandemi saat ini . (Ant)

Lihat juga...