Mesin Pengupas Tingkatkan Mutu dan Nilai Jual Kemiri Petani Flores

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Mesin pemecah kulit kemiri yang diproduksi Bengkel Misi Keuskupan Maumere, saat ini makin diminati masyarakat di kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Selain mempermudah dan mempercepat pengupasan kulit kemiri, mesin tersebut juga membuat kualitas kupasan kemiri lebih baik sehingga meningkatkan nilai jual.

Anastasia Dian Setiati, GM PT. Langit Laut Biru selaku pengelola Bengkel Misi Keuskupan Maumere, Kabupaten Sikka, mengaku bersyukur karena pembuatan produk yang diperuntukkan bagi para petani ini mendapat respons positif. Namun, pihaknya saat ini sedang memperbaiki perakitannya, agar hasilnya lebih maksimal.

Ia menyebutkan, dengan kapasitas produksi hingga mencapai 100 kilogram setiap harinya, diharapkan mesin ini bisa menghasilkan kemiri yang sudah terkelupas berbentuk bulat.

GM PT. Langit Laut Biru, Keukupan Maumere,Kabupaten Sikka, NTT, Anastasia Dian Setiati, saat ditemui di tempat kerjanya, Selasa (24/11/2020). -Foto: Ebed de Rosary

“Saat ini hasil kemiri yang dikupas berbentuk bulat sebesar 80 persen, sehingga kita sedang lakukan perbaikan agar hasilnya minimal mendekati 100 persen.Harga jualnya pun sedang disusun untuk produk yang saat ini sedang dirakit ulang,” ucapnya, Selasa (15/12/2020).

Dian berharap, agar para petani bisa mempergunakan mesin dalam pengolahan hasil pertanian, agar nilai jual komoditinya bisa lebih tinggi dan memberikan keuntungan yang lebih bagi petani.

“Kalau kemiri yang pecah dan tidak bulat saat dikupas, maka harga jualnya lebih rendah. Makanya, kita mencoba membuat mesin ini agar para petani bisa mendapatkan keuntungan, karena kemiri bulat yang dihasilkan dengan mesin bisa lebih banyak,” terangnya.

Beny Luan, salah seorang calon pembeli mesin pengupas kemiri, mengaku tertarik membeli mesin pengupas kemiri, karena bila mengupas kemiri secara manual, hasilnya hanya sedikit yang berbentuk bulat.

Beny menjelaskan, bila dikupas secara tradisional kemiri harus dijemur di sinar matahari atau dipanaskan di perapian hingga benar-benar kulitnya kering.

“Kemiri selesai dijemur kita masukkan ke pelepah pohon pinang dan dipukul di batu ceper, lalu dibuka kulitnya. Prosesnya memang lama sehingga dalam sehari maksimal bisa menghasilkan sekitar 20 kilogram saja,” ucapnya.

Lihat juga...