Miliki Bentuk Unik, Kerajinan UMKM Berbahan Rotan Kian Diminati

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Kawasan Jalan Diponegoro, Teluk Betung, Bandar Lampung dikenal sebagai pusat penjualan kerajinan berbahan rotan. Harsono, salah satunya pemilik toko menyebut ada puluhan pedagang menyediakan perabotan rumah tangga hasil kerajinan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Lampung Selatan.

Pasokan perabotan rumah tangga tersebut berasal dari pengrajin di Kecamatan Natar, Lampung Selatan. Meski sebagai pengecer ia menyebut sejumlah kerajinan hasil UMKM kian diminati. Variasi perabotan kekinian menyesuaikan minat para konsumen membuat kerajinan berbahan rotan kembali dilirik.

Harsono bilang ia dominan menjual seperangkat meja, kursi tamu. Beberapa perlengkapan dari rotan berupa rak buku, kirai, mainan kuda bagi anak anak, kursi goyang, kursi duduk di sepeda, tempat buah, parcel dan minuman hingga piring. Permintaan paling banyak berupa kursi tamu, kursi malas. Rata rata dijual mulai harga Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta setiap satu satu set.

“Saya mendapat pasokan dari pengrajin asal Natar yang akan mengirim semua perabotan sesuai dengan permintaan yang dominan diminta, bentuk yang unik dan memiliki estetika semakin banyak diminta untuk mempercantik interior rumah, terutama penyuka rumah tradisional,” terang Harsono saat ditemui Cendana News, Selasa (1/12/2020).

Mendekati hari raya Natal bagi umat Kristiani, Harsono bilang permintaan perabotan rumah tangga meningkat, meliputi seperangkat meja dan kursi tamu hingga tatakan dari rotan untuk parcel berisi buah, makanan ringan. Tatakan ini dijual mulai harga Rp60.000 per buah.

“Minat masih banyak namun tidak sebanyak sebelum pandemi Covid-19 karena daya beli menurun tapi hasilnya masih lumayan,”cetusnya.

Tak seberapa jauh dari toko milik Harsono, pemilik usaha penjualan perabotan dari rotan, Rizki Febrian menjual perabotan kombinasi. Meski dominan dari rotan sebagian perabotan yang dijual olehnya berupa meja dan kursi dari tali plastik.

Harsono (kanan) melayani Sudanti, salah satu pelanggan membeli hasil kerajinan tangan dari rotan di toko yang berada di Jalan Diponegoro, Teluk Betung, Bandar Lampung, Selasa (1/12/2020). Foto: Henk Widi

Rizki Febrian menyebut lokasi usaha penjualan produk UMKM yang berada dekat perkantoran Pemerintah Kota Bandar Lampung membuat usahanya lancar. Sejumlah pelanggan tetap sebutnya dominan merupakan pegawai pemerintah dan perkantoran. Mendapat omzet rata rata Rp4 juta perbulan menjadi sumber usaha bagi pelaku UMKM kala pandemi Covid-19.

“Kreatifitas bagi pelaku usaha juga diperlukan dengan diversifikasi usaha dimana saya juga membuka kedai minuman kekinian teh dan jus buah,” terang Rizki Febrian.

Kreativitas pelaku usaha penjualan produk UMKM lanjut Rizki Febrian dilakukan memakai media sosial. Minat akan perabotan berbahan rotan membuat ia mempromosikan produk via Facebook, Instagram. Mengunggah sejumlah produk disertai dengan alamat lengkap, Google Maps membantunya memperluas pangsa pasar.

Penjual produk kerajinan lain bernama Vieni menyebut menyediakan hasil rajutan benang, kerajinan dari rotan dan enceng gondok. Kerajinan tangan fungsional sebagai keranjang buah, bunga dan tirai hingga hiasan untuk mempercantik ruangan juga disiapkan. Membuka gerai di pusat perbelanjaan di Jalan Hayam Wuruk, Tanjung Karang membuat jangkauan konsumen semakin banyak.

Produk kerajinan dari enceng gondok untuk tatakan parcel sebutnya paling banyak diminati. Ia menjual berbagai produk kerajinan mulai harga Rp50.000 hingga ratusan ribu. Minat akan barang kerajinan tangan yang menarik dan unik sebutnya menjadi peluang.

Lihat juga...