Misa Malam Natal di Maumere Dihadiri Ribuan Umat

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Perayaan Misa Malam Natal di berbagai Gereja Katolik di Kota Maumere dan seluruh wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung secara sederhana dengan dihadiri ribuan umat.

Perayaan Misa Malam Natal yang biasanya berlangsung hingga tengah malam, dimajukan ke sore hari akibat dampak pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan dijaga aparat keamanan.

“Ribuan umat menghadiri misa sehingga jadwal pun terpaksa diundur karena umat harus masuk ke halaman gereja satu per satu,” kata Hendrikus Hendra, warga Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis (24/12/2020).

Saat ditemui di Misa Malam Natal di Gereja St. Yohanes Paulus II Centrum, Kota Maumere, Hendra katakan, Misa kedua seharusnya jam 18.00 WITA tetapi mundur menjadi jam 18.40 WITA.

Dia katakan, sejak pukul 17.30 WITA umat sudah memadati halaman gereja dan harus masuk satu per satu lalu dites suhu tubuh, mengenakan masker secara benar serta wajib mencuci tangan di tempat yang disediakan sebelum masuk ke gereja.

“Kursi di dalam gereja terbatas dan disusun berjarak sesuai protokol kesehatan sehingga umat harus duduk menyebar di halaman gereja dan tetap menjaga jarak serta tidak berkerumun,” ucapnya.

Pastor Paroki St. Thomas Morus Maumere, RD Quin Galmin dalam kotbahnya mengusung tema Yesus adalah terang dalam keluarga dan mengajak umat untuk saling menjaga kedamaian.

Romo Quin katakan, malam Natal merupakan malam pemenuhan janji, malam lahirnya Mesias terjanji dimana Yesus adalah raja pembawa terang yang menghalau kegelapan.

“Yesus adalah terang yang dapat menyatukan bagi orang yang terpecah belah karena berbagai alasan duniawi, terang bermuatan damai bagi orang yang bersmusuhan dan saling bertikai,” ucapnya.

Romo Quin menyebutkan,Yesus adalah terang yang membawa persatuan dan sekaligus damai antara manusia dengan manusia dan manusia dengan Allah.

Menurutnya, itulah Natal yang diperingati malam ini, kamis (24/12/2020) dimana Natal merupakan peristiwa reinkarnasi Allah menjadi manusia.

Ia katakan, Yesus lahir menjadi manusia dan akan tinggal di tengah-tengah kita dan menjadikan kita semua sahabat agar dapat mengalami kebahagiaan yang abadi.

“Allah ingin kita menjadi makhluk ciptaan-Nya yang paling berharga yang tidak boleh dicemari oleh makhluk ciptaan lainnya.Tidak boleh dikotori oleh apapun yang mengitari diri dan hidup manusia,” ucapnya.

Romo Quin menegaskan, apapun tawaran kenikmatan duniawi tidak boleh membuat kita meninggalkan iman dan kita harus bertekad untuk terus memperteguh iman kita.

Dirinya menyebutkan, Allah telah membuat kita menjadi sahabat-Nya sehingga marilah kita memelihara persahabatan, menjaga hubungan kita dengan Allah melalui Yesus Kristus yang malam Natal lahir di hati kita.

“Kita bertanya pada diri secara serius apakah kita sungguh benar meyiapkan tempat secara khusus bagi Yesus di dalam diri dan hidup kita.Ataukah diri kita telah penuh sesak oleh kekayaan materi, kuasa, jabatan, nama besar dan lainnya sehingga tidak ada tempat bagi Yesus seperti yang terjadi di Betlehem saat itu,” tuturnya.

Romo Quin menegaskan, Tuhan berdiri di depan pintu hati kita dan kalau kita menerima Tuhan dan memberi tempat di dalam diri kita, di dalam hati kita, keseharian hidup kita maka hidup kita kita akan semakin damai dan tenang.

Lihat juga...