Lebaran CDN

Misa Natal di Gereja Santo Servatius Bekasi, Dibatasi 200 Jemaat

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Gereja Katolik Santo Servatius, Kampung Sawah, Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, membatasi jumlah jemaat hanya mencapai 200 orang untuk mengikuti Misa Natal tahun 2020. Tak hanya itu usia pun dibatasi mulai umur 18 hingga 59 tahun yang diperbolehkan mengikuti Misa di gereja.

Sesuai jadwal, Gereja Katolik Santo Servatius Kampung Sawah, mulai melaksanakan Misa Malam Natal pada pukul 17.00 WIB sore ini, dan pukul 21.00 WIB malam dan pada  Keesokan harinya, akan di mulai 09.00 WIB dan pukul 17.00 WIB. Tahun ini gereja Katolik tersebut mengambil tema Imanuel.

“Jemaat yang hadir di gereja secara offline, dipastikan sudah terdaftar di admin Belarasa Keuskupan Agung Jakarta dengan QR Code. Dipastikan Jemaat dibatasi hanya 200 orang atau 20% dari kapasitas gereja,” ungkap Matheus Nalih Ungin, Wakil Ketua Dewan Paroki Harian, Paroki Kampung Sawah, Gereja Katolik Santo Servatius kepada Cendana News, Kamis (24/12/2020).

Matheus Nalih Ungin, dikonfirmasi Cendana News, terkait kesiapan ibadah Misa Natal, Kamis (24/12/2020). -Foto: M. Amin

Adapun tema Natal 2020, yakni Imanuel sebagaimana diambil dari Matius 1:23. ‘Tuhan beserta  kita dalam setiap keadaan, teristimewa dalam pandemi Covid-19 sekarang ini5’ kali ini Pemimpin ibadah Romo Yohanes Wartaya, SJ.

Dikatakan, ibadah Natal tahun ini, wartawan tidak diperkenankan masuk ke wilayah gereja untuk meliput. Meskipun bisa masuk hanya dibatasi hingga halaman depan, dan harus ada bukti surat PCR bebas Covid-19.

“Kami pastikan semua yang tiba-tiba datang tidak diperkenankan masuk, kecuali jemaat yang sudah terdaftar di Keuskupan Agung,” tegasnya Nalih.

Diakuinya, kapasitas Gereja Katolik Santo Servatius biasanya mampu menampung jemaat mencapai 4000-an. Tapi tahun ini dengan kondisi pandemi hanya 20 persen dari kapasitas daya tampung.

“Hari ini pukul 17.00 WIB di mulai Misa malam Natal kapasitas 200 jemaat. Malam pukul 21.00 WIB di mulai lagi dengan kapasitas 200 orang, tentu jemaat berbeda, yang sudah sore malam tidak lagi,” jelas Nali.

Dengan demikian sebagai panitia, ia juga mengimbau kepada para jemaat meskipun sudah mendaftar di Keuskupan Agung, tapi jika merasa kondisi kesehatan kurang baik bisa untuk tidak hadir dan mengikuti ibadah virtual saja.

“Kami hanya mengimbau kesadaran dari jemaat jika dalam kondisi sakit lebih baik tidak hadir, lebih baik ikut online. Karena Misa juga digelar streaming,” ucapnya.

Hal tersebut imbuhnya sesuai dengan tema Natal Imanuel, Tuhan beserta kita. Dalam kondisi apapun, harus disyukuri karena Tuhan selalu menyertai. Artinya dalam situasi seperti sekarang, ada dalam pandemi, ada jemaat yang bisa mengikuti syukuri walaupun di rumah sama.

“Bahwa Tuhan menyertai semua jemaat itu harus disyukuri sebagai anugerah, Tuhan memang masih deket dengan jemaat,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, dia juga menegaskan Gereja Katolik Santo Servatius, secara umum tetap mengacu pada kearifan lokal oase rohani bernuansa Betawi untuk jemaat petugas tetap berada dalam koridor lokal.

Kembali dia menegaskan bahwa semua pihak seperti media yang akan meliputi tidak diperkenan hanya sampai di halaman gereja itupun harus punya tanda PCR. Hal tersebut merupakan ketentuan Keuskupan sebagai struktur tertinggi dan harus di patuhi khususnya untuk umat Katolik.

“Teman Kristen tidak di bawah Keuskupan Agung Jakarta. mereka punya sekte tersendiri di bawah majelis masing-masing. Katolik berada dalam satu koridor Keuskupan Agung Jakarta,” jelasnya.

Suasana pandemi sekarang diharapkan mampu menghadirkan sikap berbela rasa paling tidak memiliki punya sifat empati di situasi seperti sekarang. Empati pada keadaan sesama yang mungkin sangat membutuhkan bantuan, baik secara moril, fisik material dan lainnya.

“Dalam situasi sekarang orang butuh kebersamaan walaupun medianya tidak lagi tatap muka,” pungkasnya.

Lihat juga...