Mobilitas Pengungsi Merapi di Glagaharjo Terus Dipantau

SLEMAN  – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memantau mobilitas warga yang mengungsi untuk menghindari dampak erupsi Gunung Merapi.

Camat Cangkringan, Suparmono, di Sleman, Minggu, menjelaskan bahwa pemantauan pergerakan pengungsi dilakukan untuk meminimalkan risiko penularan virus corona penyebab COVID-19 di tempat pengungsian Glagaharjo.

“Pengawasan terhadap mobilitas pengungsi dewasa dilakukan oleh Gugus Tugas COVID-19 Glagaharjo,” katanya.

“Pengungsi kelompok dewasa ini memiliki aktivitas yang cukup tinggi, jadi kami mengantisipasi dengan melakukan pengawasan terhadap mereka. Setiap ada pengungsi yang selesai beraktivitas dan kembali ke barak pengungsian maka akan dilakukan penanganan sesuai SOP protokol kesehatan,” ia menambahkan.

Menurut Suparmono, saat ini jumlah warga kawasan Merapi yang mengungsi di Glagaharjo sebanyak 225 orang, yang terdiri atas 11 pria dewasa, 51 perempuan, 27 pria dan 47 perempuan lanjut usia, serta anak-anak dan penyandang disabilitas.

Lihat juga...