Muncul Klaster Covid-19 dari Sekolah di Kota Semarang

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG – Kabar mengejutkan datang dari SMKN Jateng. Sekolah berasrama yang menjadi percontohan pembelajaran tatap muka (PTM) tersebut, diduga menjadi klaster baru Covid-19.

“Berdasarkan laporan yang masuk ke DPRD Jateng. Hari ini (Jumat-red), tambah 152 siswa SMKN Jateng Semarang yang positif Covid-19, sehingga total positif jadi 179 siswa. Dari angka tersebut, lima orang diantaranya sudah dinyatakan sembuh,” papar Ketua DPRD Jateng, Bambang Kusriyanto saat dihubungi di Semarang, Jumat (4/12/2020).

Dipaparkan, angka siswa yang terpapar Covid-19 tersebut bahkan lebih dari separuh dari total siswa yang melakukan uji coba PTM sebanyak 223 orang.

“Sekarang ini, kondisi sekolah lockdown. Siswa yang positif dan negatif saat ini di karantina di sekolah dengan ruangan yang berbeda. Sekolah juga hanya akan memulangkan siswa yang hasil swab-nya negatif, untuk mencegah penularan lebih luas,” tambah Bambang.

Diterangkan, semula terdapat 8 siswa yang diketahui mengalami gejala terinfeksi Covid-19 seperti flu, batuk, demam, lidah tidak bisa merasakan serta tidak bisa mencium bau.

“Pemeriksaan swab sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan Jateng. Dari 8 orang tersebut, diketahui lima orang positif. Kemudian dilakukan tracking terhadap 34 siswa lain yang mengalami gejala sama. Hasilnya 22 orang positif covid-19 jadi pada tahap awal ada 27 siswa positif,” ungkapnya.

Mengetahui jumlahnya semakin banyak, swab test kemudian dilakukan kepada siswa lainnya. Hasilnya bertambah menjadi 152 siswa, dengan total 179 siswa dari 223 orang.

“Sebagian besar siswa SMK Negeri Jateng yang terpapar covid-19, masuk kategori tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG). Mencermati kondisi tersebut, kita minta agar proses pembelajaran uji coba ditunda, sampai menunggu tersedianya vaksin, agar seluruh siswa dan guru aman dari Covid-19,” tandasnya lagi.

Sebagai informasi, sebanyak lima sekolah asrama di Jateng, melakukan uji coba PTM. Di antaranya, SMK Negeri Jateng Semarang, Pati dan Purbalingga, kemudian SMK Pradita Dirgantara Boyolali dan SMA Taruna Nusantara Magelang.

Sementara, Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Hari Wulyanto saat dihubungi, meminta persoalan tersebut langsung ditanyakan kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

“Saya tidak bisa komentar, silakan langsung hubungi ke bapak gubernur. Informasi yang disampaikan dari satu pintu,” terangnya.

Hal senada juga terjadi saat meminta konfirmasi ke Dinas Kesehatan Jateng. Kepala Dinkes Jateng Yulianto Prabowo, saat dikonfirmasi hingga berita ini dibuat, belum membalas pertanyaan yang disampaikan. Pesan pendek yang dikirimkan melalui aplikasi pesan, hanya dibaca, namun tidak dibalas komentar apa pun.

Lihat juga...