Museum Digital, Media Pembelajaran Perkuat Literasi Siswa Kala Pandemi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Pandemi covid-19, tidak menjadi halangan, bagi siswa untuk memperkuat literasi pengetahuan mereka di berbagai bidang. Salah satunya melalui museum digital. Mereka dapat menikmati sajian koleksi museum dalam format 3D, hingga berkeliling area pameran dengan virtual tour.

“Pandemi covid-19 menjadikan sekolah tatap muka di Jateng ditiadakan, namun bukan berarti kemudian siswa tidak belajar. Mereka tetap belajar dari berbagai sumber ilmu, dari guru, buku, internet, hingga museum. Jadi meskipun tidak bertemu muka namun siswa tetap belajar,” papar Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Eris Yunianto saat dihubungi di Semarang, Kamis (31/12/2020).

Dipaparkan kemajuan teknologi, khususnya dunia digital, memberikan kemudahan bagi siswa dalam memperoleh pengetahuan, meski saat ini masih pandemi covid-19. Termasuk dalam mengakses pengetahuan, yang ada di museum.

“Ada banyak pengetahuan, keilmuan, yang didapatkan dari museum. Apalagi koleksi masing-masing museum ini berbeda-beda, sehingga diharapkan pengetahuan siswa atau pun pengunjung museum pun meningkat,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Museum Jateng Ranggawarsita Semarang tersebut.

Mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ), saat pandemi covid-19, pihaknya pun ikut menggelar pameran museum digital, yang diikuti oleh seluruh museum yang ada di Jateng.

“Pameran museum bersama ini, dapat dibuka secara virtual melalui laman pameranbersamavirtual.id yang diikuti oleh 21 museum se-Jateng dan Museum Nasional. Pameran ini merupakan sinergi antar museum, sebagai sarana belajar bersama di era pandemi covid-19,” tegasnya.

Sejauh ini, respon dari siswa atau pengunjung cukup bagus, dengan sekitar 210 koleksi yang menarik dari semua museum, pengunjung museum digital tersebut sudah mencapai sekitar 6.596 visitor.

“Ke-21 museum tersebut mulai dari museum Ranggawarsita, Manusia Purba Sangiran, Situs Patiayam, museum Kereta Api Ambarawa, hingga museum Volcano Ketep Pass. Masing-masing memiliki kekhasan masing-masing, dengan koleksi yang berbeda-beda,” tandasnya.

Sementara, salah seorang guru di SDN Sumurboto Semarang, Kuncoro saat dihubungi juga mengimbau kepada para siswanya, untuk meningkatkan pengetahuan mereka dengan berkunjung ke museum digital tersebut.

“Ini menjadi bagian dari media pembelajaran bagi siswa, melalui internet dengan mengakses museum digital. Tentunya harus dilakukan dengan pendampingan orang tua atau wali, sehingga pengetahuan yang diterima siswa dapat optimal,” terangnya.

Terpisah, salah seorang orang tua siswa, Johan, mengaku ada banyak manfaat yang didapatkan. Terutama dalam menambah pengetahuan anak, sebagai siswa, dalam mempelajari berbagai hal dari koleksi masing-masing museum.

“Melalui museum digital ini, memudahkan kita, sebagai orang tua dalam mendampingi anak sebagai siswa, dalam memperkaya pengetahuan mereka. Jadi tidak hanya dari guru di sekolah, namun juga dari koleksi yang ada di museum,” terang warga Tembalang Kota Semarang tersebut.

Tidak hanya itu, dengan cakupan seluruh museum yang ada di Jateng, ilmu yang didapatkan pun semakin beragam. “Kalau kita harus berkunjung satu-satu, waktunya juga tidak memungkinkan karena lokasinya saling berjauhan dan saat ini masih pandemi covid-19. dengan adanya museum digital ini, menjadi lebih mudah. Pengetahuan siswa tetap bisa ditingkatkan, di satu sisi juga tetap terjaga dari covid-19,” pungkasnya.

Lihat juga...