Naskah Kuno di Pessel Sumbar Potensial Dikembangkan Jadi Motif Batik

PADANG — Warisan budaya berupa ragam hias yang terkandung dalam naskah kuno (iluminasi) di Kabupaten Pesisir Selatan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai dekoratif produk berbasis ekonomi kreatif seperti desain batik.

Dosen dan peneliti Unand, DR. Pramono di Padang, Sabtu, menyebut potensi itu menjadi latar belakang bagi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas untuk menerapkan hasil penelitiannya atas khazanah naskah kuno yang tersebar di Pesisir Selatan dalam pemberdayaan usaha batik.

Pendampingan dilakukan pada UKM Dewi Busana Lunang yang menjadi salah satu produsen batik di Pesisir Selatan.

Pramono mengatakan wilayah Sumatera Barat umumnya dan Kabubapen Pesisir Selatan khususnya merupakan sumber (tempat asal) naskah kuno yang penting.

“Di Negeri Sejuta Pesona ini telah ditemukan seratusan naskah kuno yang bisa menjadi dasar pengembangan motif desain batik,” katanya.

Menurutnya, seratusan naskah kuno tersebut terdapat di Surau Tanjung Limau Sundai (23 naskah), peninggalan Kesultanan Inderapura di Muara Sakai, Inderapura (40 naskah), koleksi Rumah Gadang Mandeh Rubiah di Lunang (25 naskah), dan 30-an naskah tersebar di tengah masyarakat sebagai milik pribadi.

Menariknya, di antara naskah tersebut terkandung puluhan iluminasi (ragam hias) yang menawan.

Lihat juga...