Nataru di Tengah Pandemi, KAI Purwokerto Perketat Prokes

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO –  Menghadapi adanya lonjakan penumpang di tengah pandemi Covid-19, PT KAI Daop 5 Purwokerto memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes), mengingat angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dimulai hari ini, Jumat (18/12/2020) hingga tanggal 6 Januari 2021.

Kepala Daop 5 Purwokerto, Agus Setiono, mengatakan, dalam angkutan Nataru tahun ini, sangat ditekankan sisi kesehatan. Di mana untuk penumpang jarak jauh diwajibkan melakukan rapid test terlebih dahulu serta pengukuran suhu tubuh bagi semua penumpang.

“Penerapan protokol kesehatan tersebut, dimaksudkan supaya para penumpang tidak diliputi kekhawatiran saat menggunakan angkutan Kereta Api (KA) serta memastikan semua penumpang dalam kondisi sehat,” katanya, Jumat (18/12/2020).

Selain rapid test dan pemeriksaan suhu tubuh, lanjutnya, Daop 5 Purwokerto juga menyiapkan empat posko kesehatan pada empat stasiun besar di wilayahnya. Yaitu Stasiun Purwokerto, Kroya, Cilacap dan Kutoarjo. Masing-masing posko kesehatan ditempatkan satu petugas medis dan satu dokter yang siap dipanggil sewaktu-waktu dibutuhkan.

Sementara itu, terkait persiapan angkutan Nataru, Manajer Humas Daop 5 Purwokerto, Eko Budiyanto, mengatakan, seluruh sarana dan prasarana sudah disiagakan. Mulai dari pemeriksaan persinyalan, pemeriksaan jalur, rel dan jembatan hingga penyediaan alat material khusus (Amus) pada titik-titik rawan.

“Setiap hari, rata-rata ada 83 perjalanan KA penumpang jarak jauh yang melintas di wilayah Daop 5 Purwokerto. Dan jumlah tempat duduk yang disiapkan sebanyak 32.010,” jelasnya,

Daop 5 juga mengoperasikan KA Purwojaya relasi Cilacap-Purwokerto-Gambir, untuk keberangkatan tanggal 10 Desember hingga 3 januari 2021. Serta KA Sawunggalih Utama relasi Kutoarjo – Purwokerto – Pasar Senen untuk tanggal 18, 20, 23 Desember dan 3 Januari 2021.

Selain itu, musim penghujan yang bertepatan dengan Nataru ini, pihak Daop 5 Purwokerto menempatkan 29 Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) ekstra dan 10 petugas penjaga di wilayah rawan. Khusus daerah rawan juga disiagakan AMUS berupa batu balas atau kricak, bantalan rel, pasir dan lainnya. AMUS ini ditempatkan pada lima tiitik yaitu di Stasiun Purwokerto, Prupuk, Sidareja, Kroya dan Kutoarjo.

Dari aspek sarana, lanjut Eko, pada masa angkutan Nataru sekarang ini, Daop 5 Purwokerto menyiapkan 29 unit lokomotif, 179 armada kereta api serta 4 unit kereta penolong yang siap dikerahkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Semua sarana tersebut dipastikan dalam kondisi dioperasikan.

Lihat juga...