Nikmatnya Sensasi Pecel Khas Ponorogo

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Nasi pecel Ponorogo, salah satu menu khas nusantara yang bisa menjadi pilihan sarapan pagi. Sepintas tidak ada yang istimewa dari seporsi kuliner beralaskan daun pisang. Yang berisi nasi putih bercampur aneka sayuran hijau yang telah direbus.

Namun saat disantap, sangat terasa sensasi bumbu pecel khasnya di lindah. Rasa gurih bercampur manis berpadu pedas membuat penikmatnya ketagihan.

Pemilik Kedai Pecel Ponorogo, Heri Setiarso mengatakan, nasi pecel khas Ponorogo terkenal dengan bumbu berasa pedas gurih.

“Racikan resep bumbu pecel ini tidak istimewa, bahannya kacang tanah yang digiling, lalu dicampur gula merah dan cabai. Intinya, saya menjaga kualitas bumbu,” ujar Heri, kepada Cendana News saat ditemui di Jalan RA Fadillah, Jakarta Timur, Sabtu (26/12/2020).

Menurutnya, tampilan sayuran pecel khas Ponorogo ini tidak ada bedanya dengan pecel dari daerah lainnya. Di antaranya, daun kenikir, bayam, kecipir, kacang panjang, bunga turi, daun meninjo, daun kemangi, toge, petai China atau biji lamtoro, dan toge.

Hanya saja kata Heri, kualitas sayuran memang selalu terjaga, semuanya segar dan baru dibeli di pasar tradional.

“Sayuran tiap hari kita beli di pasar, sedangkan bumbu pecelnya dibuat seminggu dua kali dalam kapasitas besar bisa 1 kintal lebih dalam seminggu itu habis,” ungkap pria kelahiran Ponorogo 48 tahun ini.

Heri mengaku belajar meramu bumbu pecel khas Ponorogo ini dengan bertanya-tanya kepada saudara di kampungnya. Selain itu juga belajar dari media sosial (medsos).

“Saya kan dulu kerja kantoran, tapi karena krisis saya coba usaha pecel ini. Awalnya tanya bumbu pecel ini bagaimana buatnya, ya saat pulang kampung. Juga lihat di youtobe, lalu dicoba. Dirasa kurang afdol, saya kreasi lagi buat hingga rasanya seperti sekarang ini tetap terjaga kualitasnya,” jelasnya.

Setiap hari Heri, menjual sekitar 160 porsi nasi pecel khas Ponorogo. Pada akhir pekan dan libur nasional jumlahnya meningkat dua kali lipat.

“Tiap hari 160 porsi, kalau Sabtu-Minggu dan liburan tanggal merah itu 350 porsi, selalu ludes,” ujarnya.

Seporsi nasi pecel Ponorogo ini dibandrol Rp 13.000. Namun akan terasa lebih nikmat jika menyantapnya dipadukan dengan berbagai lauk. Seperti sate ati ampela, sate puyuh, empal daging, paru goreng, limpa dan babat. Serta bacem tempe, bakwan, tempe mendoan, dan telur ceplok.

“Untuk variasi lauknya, harganya berbeda ya. Tentu dengan paduan lauk ini, makan pecelnya akan terasa lebih nikmat,” imbuhnya.

Astrid, salah satu pembeli mengaku ketagihan untuk menyantap pecel khas Ponorogo ini.

“Bumbunya itu, rasa sangat khas, beda dengan pecel lainnya yang pernah saya cicipin,” ujar Santi.

Selain makan di kedai ini, ibu dua anak ini kerap membeli pecel untuk dibawa pulang ke rumahnya di daerah Bintaro.

Lihat juga...