NTB Catat Penambahan 53 Kasus positif COVID-19

MATARAM — Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Minggu bertambah 53 orang sehingga total mencapai 5.524 kasus.

Wakil Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 NTB, HL Gita Ariadi mengatakan 53 orang terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 185 sampel dengan hasil 122 sampel negatif, 10 sampel positif ulangan dan 53 sampel kasus baru positif COVID-19.

“Penambahan COVID-19 terdapat di Kabupaten Sumbawa 18 orang, Kota Mataram 17 orang, 6 orang di Kota Bima, 4 orang di Kabupaten Lombok Tengah, 3 orang di Kabupaten Lombok Barat, dan 5 orang dari luar NTB, sehingga totalnya 53 orang,” ujar Gita Ariadi di Mataram, Minggu.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB ini, selain kasus baru COVID-19, pada hari ini juga terdapat lima tambahan orang yang selesai isolasi dan sembuh dari COVID-19.

Mereka ini tercatat sebagai pasien nomor 4.820, berinisial S usia 58 tahun warga Desa Tanjung, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur. Selanjutnya, pasien nomor 4.877, berinisial MHM berusia 10 tahun warga Kelurahan Selong, Kabupaten Lombok Timur.

Kemudian, pasien nomor 5.086 berinisial AW, berusia 41 tahun warga Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat. Pasien nomor 5.207, by berinisial HM, berusia 30 tahun, warga Desa Rumbuk, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur dan pasien nomor 5.219, berinisial MS, berusia 25 tahun, warga Desa Belo, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa Barat.

Mik Gite sapaan akrab Sekda NTB, mengungkapkan dengan adanya tambahan 53 kasus baru terkonfirmasi positif, 5 tambahan sembuh baru, dan tidak ada kasus kematian baru, maka jumlah kasus positif COVID-19 di Provinsi NTB sampai dengan saat ini menjadi sebanyak 5.524 kasus.

“Perinciannya 4.556 orang sudah sembuh, 281 meninggal dunia, serta 687 orang masih positif,” ucap Sekda NTB.

Menurut Gita, untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan COVID-19 di NTB, petugas kesehatan tetap melakukan
Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif.

Tak hanya itu, pihaknya berharap kepada petugas kesehatan di kabupaten dan kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat COVID-19 untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran COVID-19.

“Mari kita senantiasa membiasakan diri dengan tatanan baru kehidupan, yakni disiplin mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19. Di antaranya dengan tetap menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan menjaga jarak dan menjauhi kerumunan. Mari kita menjaga diri dan orang lain dari penularan virus corona dengan membangun kesadaran bersama,” katanya. [Ant]

Lihat juga...