Objek Wisata Bahari Masih Hadapi Persoalan Sampah

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Keberadaan sampah pada sejumlah objek wisata bahari di Lampung Selatan masih jadi persoalan. Selain dibawa ombak saat musim gelombang dan angin kencang, kesadaran pengunjung dan pengelola yang masih kurang diduga sebagai penyebab.

Jesica, pengunjung di pantai Onaria, Desa Tridharmayoga, Kecamatan Ketapang menyebutkan, keberadaan sampah mengakibatkan estetika objek wisata bahari terganggu. Saat gelombang pasang menyapu lingkungan pantai berbagai jenis sampah plastik terbawa ke perairan laut.

“Sampah berserakan mengakibatkan keindahan pantai berkurang apalagi sebagian pengunjung memilih datang ke objek wisata untuk mengambil objek foto yang indah, namun karena ada sampah berpotensi merusak pemandangan,” terang Jesica saat ditemui Cendana News, Minggu (20/12/2020).

Jesica mmenilai, perlu adanya kesadaran pengunjung, pedagang dan pengelola agar masalah tersebut dapat diatasi.

Regen, penyedia jasa penyewaan ban di pantai Onaria menyebut kerap mengingatkan pengunjung membuang sampah pada tempatnya. Saat musim liburan panjang akhir pekan jumlah pengunjung wisatawan yang bertambah ikut mendorong peningkatan volume sampah.

“Persoalan sampah tentunya bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola namun juga pelaku usaha,” terang Regen.

Produk makanan dan minuman dengan kemasan plastik sebutnya menyumbang kotornya pantai tersebut. Pengelola akan melakukan pembersihan seusai pengunjung telah pergi.

Penyedia jasa penyewaan ban dalam sebagai pelampung, Regen, memanfaatkan libur akhir pekan di pantai Onaria, Desa Tridharmayoga, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Minggu (20/12/2020). Foto: Henk Widi

Ardianto, pengunjung pantai Onaria menyebut sampah kemasan makanan kerap dibuang ke pantai. Selain berasal dari pengunjung yang datang berkelompok, sampah juga berasal dari laut. Saat musim penghujan sampah plastik yang terbawa arus laut mengakibatkan pantai menjadi kotor.

Solusi pengurangan persoalan sampah di objek wisata pantai kerap diatasi dengan penyiapan tempat sampah portable yang dibuat dari drum plastik ,ember hingga karung yang mudah dipindah saat penuh. Sampah plastik yang didominasi botol minuman bernilai jual bisa dipergunakan sebagai sumber penghasilan pengelola.

“Sejumlah pengelola objek wisata menjadikan sampah plastik untuk instalasi spot foto penambah keindahan,” bebernya.

Sampah pada sejumlah objek wisata pantai sebut Ardianto tetap bisa diatasi dengan kesadaran dari pengunjung. Sebagian pengunjung objek wisata memilih membawa kembali sampah untuk dibawa pulang. Selain itu sebagian pengunjung mulai menggunakan kemasan makanan dan minuman isi ulang. Melalui cara tersebut objek wisata bisa bebas dari sampah.

Lihat juga...