Objek Wisata Indonesia Belum Didukung oleh Promosi Optimal

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Keindahan alam Indonesia, bukannya tidak menarik bagi para wisatawan baik mancanegara maupun lokal. Tapi, langkah promosi yang dilakukan dinyatakan belum optimal. Sehingga keindahan alam tersebut seringkali tidak diketahui oleh para penikmat wisata.

Ketua Bidang Ekraf, Pariwisata, Koperasi dan UMKM Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Rano Wiharta menyebutkan Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi pariwisata dan keindahan alam. Sehingga mendorong pemerintah pusat menciptakan Kawasan Bali Baru, yang mengharapkan agar kawasan-kawasan tersebut bisa menjadi pusat pariwisata baru mendampingi Bali.

“Kawasan-kawasan tersebut memang menarik, tapi faktanya kunjungan wisman yang berlibur di Indonesia itu sangat rendah. Indonesia hanya menduduki posisi nomer 4 di Asia Tenggara. Semuanya karena kurang promosi,” kata Rano dalam acara online pariwisata, Minggu (20/12/2020).

Data menunjukkan, Thailand mendapatkan 38 juta pengunjung pada 2018, Malaysia 25,8 juta dan Singapura mendapatkan 18,5 juta. Sementara Indonesia hanya mendapatkan 15,8 juta.

“Menurut saya, ada beberapa hal yang menyebabkan kondisi ini. Dimana promosi secara digital menjadi salah satu yang utama. Bagaimana wisman bisa tertarik, jika Indonesia tidak pernah berpromosi di ranah global dan bagaimana mereka tahu, jika gambaran informasi itu sangat sedikit sekali. Negara lain itu sering berpromosi, karena itu banyak yang datang,” ujarnya.

Berdasarkan pengalamannya, Rano menyebutkan banyak orang yang memilih mengambil gambar di luar negeri untuk kebutuhan iklan, karena para pengguna jasa tidak memiliki informasi bahwa Indonesia juga memiliki daerah yang keindahannya tidak kalah menariknya dibandingkan spot lainnya di luar negeri.

Lihat juga...