OJK Terapkan Kerangka Aturan Seimbang Dorong Digitalisasi

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Nurhaida saat memberikan sambutan kunci dalam seminar daring The Finance bertajuk "How can digitalization hep financial sector coping with crisis & COVID-19 impact" di Jakarta, Kamis (10/12/2020). -Ant

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerapkan kerangka aturan yang seimbang atau balance regulatory framework, untuk mendorong digitalisasi di sektor jasa keuangan yang kini makin marak.

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Nurhaida, mengatakan regulator menilai inovasi-inovasi keuangan digital perlu ruang untuk tumbuh dan berkembang. Bila OJK melakukan pengaturan yang terlalu ketat, dikhawatirkan inovasi tidak bisa tumbuh dengan baik. Tetapi di sisi lain, OJK juga perlu menjaga adanya keamanan atau perlindungan terhadap nasabah atau konsumen.

“Karena itu, kami dari OJK menerapkan apa yang kami sebut balance regulatory framework. Bagaimana membuat ketentuan yang bisa memberikan perlindungan terhadap konsumen, namun di sisi lain juga bisa memberikan ruang gerak yang cukup bagi inovasi-inovasi baru,” ujar Nurhaida, dalam seminar daring The Finance bertajuk “How can digitalization hep financial sector coping with crisis & COVID-19 impact” di Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Nurhaida menuturkan, jika melihat beberapa waktu ke belakang, dapat disadari, bahwa sebetulnya perkembangan teknologi memang sangat cepat dan sudah terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Kendati demikian, lanjutnya, mungkin masih banyak pihak yang cukup resisten terhadap transformasi digital tersebut karena sudah terlalu terbiasa dengan cara lama, dan menganggap tidak ada keharusan untuk bergerak ke era baru, yaitu era digital.

“Tapi dengan adanya pandemi ini, mau tidak mau suka tidak suka kita harus menuju atau bergerak ke arah digitalisasi. Karena memang digitalisasi ini menurut saya salah satu jawaban terhadap adanya kendala-kendala dan keterbatasan yang kita hadapi dengan adanya pandemi ini,” kata Nurhaida.

Lihat juga...