Operasional Usaha di Kota Semarang Dibatasi hingga Pukul 23.00 WIB

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang kembali mengingatkan agar masyarakat mematuhi Perwal 57/2020 tentang pembatasan kegiatan masyarakat (PKM). Selain kewajiban penerapan protokol kesehatan,  seluruh operasional tempat usaha dibatasi hingga maksimal pukul 23.00 WIB. Termasuk pada saat malam perayaan Tahun Baru 2021.

“Pemkot Semarang memperbolehkan seluruh tempat usaha, termasuk kafe, restoran, pedagang kaki lima (PKL) untuk tetap beroperasi selama penerapan PKM. Termasuk pada saat libur Natal dan Tahun Baru, namun tidak boleh menimbulkan kerumunan dan harus tutup pukul 23.00 WIB,” papar Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto di kantor tersebut, Semarang, Selasa (29/12/2020).

Ditegaskan, pada saat malam jelang tahun baru 2021, seluruh tempat usaha tersebut diperbolehkan untuk buka, namun dilarang mengadakan perayaan pergantian tahun.

“Kalau lebih dari pukul 23.00 WIB masih buka, kami akan tutup. Petugas akan kita kirim untuk melakukan pengawasan ke kafe, karaoke, PKL, serta tempat yang kerap terjadi kerumunan. Termasuk di kawasan Simpanglima dan Kota Lama. Apabila terjadi kerumunan, akan kita tindak tegas, langsung dibubarkan,” tegasnya.

Termasuk juga dengan tempat usaha, jika ditemukan akan yang melanggar, juga akan langsung ditutup sementara. Sedangkan, PKL yang melanggar, seluruh peralatan meja kursi hingga gerobak, akan langsung diangkut.

“Termasuk juga ada larangan menyulut petasan, pada pergantian tahun baru. Bersama tim gabungan dari TNI/Polri kita akan lakukan razia gabungan, terkait pengamanan tahun baru hingga razia petasan tersebut,” tandas Fajar.

Ia menuturkan upaya tersebut dilakukan agar saat malam pergantian tahun, Kota Semarang menjadi aman dan nyaman. “Ini juga menjadi upaya kita bersama, dalam mencegah penyebaran covid-19. Kita berharap masyarakat bisa memahami ini, dan tetap di rumah saat pergantian tahun,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Kasubag Bin Ops Polrestabes Semarang, Kompol AA. Sukreta. Dijelaskan, menindaklanjuti himbauan dari Polda Jateng agar tidak menyalakan petasan saat pergantian tahun, pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada toko maupun pedagang eceran agar tidak menjual petasan, termasuk kembang api.

“Jadi kita himbau bagi seluruh masyarakat, untuk tidak menyalakan petasan. Jika tahun lalu kemeriahan pergantian tahun ditandai dengan kembang api, petasan, karena saat ini masih pandemi, kita minta untuk ditiadakan.  Jadi nanti saat hari H tidak ada lagi bunyi petasan,” tambahnya.

Pihaknya juga akan menindak tegas, bagi pelaku yang terbukti menyalakan petasan pada saat pergantian malam tahun baru. “Kita lakukan razia dan pemantauan. Mereka yang tetap membandel, akan kita tangkap dan diberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku. Jadi kita harapkan kerjasamanya, dari seluruh pihak untuk menjaga kondusifitas,” pungkasnya.

Lihat juga...