Paeni, Penggerak Disabilitas Jadi Pelaku UMKM di Bekasi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Penyandang disabilitas bukan penghalang menjadi pengusaha sukses, apalagi di era digital seperti sekarang. Usaha mikro kecil menengah atau (UMKM) bisa ditekuni oleh siapapun.

Hal itu diungkapkan Paeni, penyandang disabilitas asal Solo yang menekuni UMKM dengan memproduksi makanan Jadul di Kota Bekasi, Jawa Barat. Ia setidaknya mengkaryakan 20-an orang semuanya penyandang disabilitas.

Berkat kerja kerasnya membangun UMKM dengan mengkarya penyandang disabilitas sejak tahun 2007 silam, Paeni, sudah banyak mendapat penghargaan dari negara, seperti dari Presiden, Kartini award dan sederet lainnya.

“Sejak 2007 lalu, saya sudah fokus menekuni UMKM dengan memproduksi berbagai jenis makanan olahan seperti pecel, sambal pecel, stik keju, onde-onde dan lainnya. Semuanya mengkaryakan disabilitas,” ujar Paeni kepada Cendana News, Selasa (1/12/2020).

Paeni, menjadikan rumah pribadinya sebagai tempat produksi berlokasi di belakang Kelurahan Bojongmenteng, Rawalumbu. Ia memberi brand produknya seperti keripik tempe, singkong dan lainnya MZI Snack yang kini mulai dipasarkan secara online.

Menurutnya produk olahan mereka, banyak digemari orang tua, karena hampir rata-rata yang di produksi merupakan makanan jaman dulu alias Jadul seperti emping gadung, Garut, onde-onde, dan singkong rasa gadung. Karena sebelum Pandemi dijual secara off line seperti menitip di tempat tertentu, masjid, warung dan lainnya.

“Gadung merupakan nama umbian yang diolah menjadi makanan dulu banyak terdapat di pegunungan. Tapi jika pengolahan nya tidak sesuai bisa mengandung racun, dan ini masuk kategori makanan langka seperti Nasi jagung, nasi tiwul. Biasanya banyak digemari di komplek elit seperti Kemang Pratama,”tukasnya.

Ia mengaku sengaja memilih produksi usaha makan daerah atau makanan jaman dulu melalui permentasi. Makanan jadul dibuat kekinian agar tetap dikenal masyarakat.

“Keinginan menciptakan sesuatu yang orang lain belum buat dan kami adalah orang unik dan antik maka harus membuat produk yang unik dengan tetap mengkaryakan peyandang disabilitas,” paparnya.

Semua yang bekerja di tempat Ibu Paeni, tidak diberi gaji. Melain sistem bagi hasil atau persentase dari penjualan. Dia mengakui semua yang membantunya dalam produksi mereka yang ingin belajar untuk kemudian setelah dianggap bisa akan diberi modal agar menjadi pelaku UMKM.

“Disini banyak yang dari nol, mereka belajar. Biasanya disabilitas karena kecelakaan. Jadi mereka selain mendapatkan ilmu juga diberi bimbingan penguatan mental lebih dulu agar mereka mau menerima keadaan selanjutnya digali skill-nya dibidang apa,” jelasnya mengaku dirinya disabilitas sejak lahir, mental sudah kuat.

Paini, baru baru ini mendapat penghargaan dari Aprindo. Namun dia mengaku heran hanya diberi penghargaan saja.

“Saya heran kemarin dapat penghargaan pelaku UMKM disbilitas dari Aprindo. Saya tidak munafik, biasa ada uang pembinaan atau lainnya, tidak hanya penghargaan saja, saya masih nunggu informasinya tapi belum ada,” ujarnya mempertanyakan kepada Cendana News.

Diketahui baru baru ini, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) memberikan penghargaan dan apresiasi bagi UMKM unggulan terbaik 2020 se-Indonesia, salah satu nya yang mendapatkan adalah Ibu Paeni dari Kota Bekasi pelaku UMKM Disabilitas.

TWUP4 Kota Bekasi, Benny Tunggul, mengatakan dua UMKM Kota Bekasi mendapatkan apresiasi dari APRINDO sebagai UMKM Unggulan 2020. Pengakuan dan apresiasi secara nasional ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan daya saing dan kualitas produk UMKM di Kota Bekasi.

Sedangkan Paini sebagai Penggerak UMKM penyandang disabilitas di Kota Bekasi mendirikan Kube Panda dan rumah singgah disabilitas mandiri yang menciptakan nama “MZI Snack” yang terdiri dari berbagai macam cemilan dan semuanya hasil produk teman-teman penyandang disabilitas.

Lihat juga...