Pakar IPB Tegaskan Minyak Kelapa tak Mengandung Racun

Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University Prof Nuri Andarwulan -Ant

JAKARTA – Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University, Prof Nuri Andarwulan, mengatakan tidak benar bila ada yang menyebutkan minyak kelapa mengandung racun, karena tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan kandungan lemak jenuh tinggi dapat menyebabkan racun.

“Minyak kelapa disebut jenuh, betul. Bila total angka lengkap dijumlahkan, maka akan menghasilkan angka 90 persen jenuh. Namun, kualitas dan profil asam lemaknya berbeda dengan hewani,” kata Nuri, melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (28/12/2020).

Nuri mengatakan, mayoritas kandungan asam lemak pada minyak kelapa 55 persen hingga 70 persen, merupakan asam lemak rantai sedang. Sedangkan lemak jenuh yang terdapat pada hewani seluruhnya adalah rantai lemak panjang.

Pernyataan Nuri itu untuk menanggapi informasi viral tentang pernyataan Guru Besar Universitas Harvard Amerika Serikat, Prof. Karin Michels, yang menyebutkan minyak kelapa merupakan salah satu makanan terburuk dan layaknya minum racun bagi kesehatan.

Karin menyebutkan, kandungan lemak jenuh pada minyak kelapa mencapai lebih dari 80 persen, lebih banyak dari lemak babi. Asam lemak yang terkandung pada minyak kelapa juga berbahaya untuk kesehatan jantung, karena meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Nuri menilai ,informasi yang viral tersebut merupakan pernyataan yang tidak utuh dan tidak lengkap.

“Bila minyak kelapa dikatakan lebih jahat dari minyak babi, maka seharusnya kandungan asam palmitat dan asam stearatnya lebih dominan. Namun, asam palmitat dan asam stearat pada minyak kelapa lebih rendah,” tuturnya.

Lihat juga...