Pakar IPB Tegaskan Minyak Kelapa tak Mengandung Racun

Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University Prof Nuri Andarwulan -Ant

Menurut Nuri, asam lemak rantai sedang dan asam lemak rantai panjang, berbeda. Karena itu, perlu dilihat profilnya terlebih dahulu. Pada kelompok asam lemak rantai sedang sepertiganya akan dibakar, sepertiganya menjadi rantai panjang, dan sepertiga lainnya menjadi trigliserida.

Asam lemak rantai panjang yang terdapat pada produk hewani, bisa dipastikan semuanya akan menjadi kolesterol.

“Sehingga kandungan asam lemak minyak kelapa tidak bisa disamakan dengan asam lemak yang terdapat pada minyak babi. Hal itu sudah terbukti secara ilmiah,” jelasnya.

Nuri mengatakan, minyak kelapa memiliki keistimewaan karena mengandung asam laurat yang dapat berguna sebagai antivirus dan antibakteri. Hal itu tidak dimiliki oleh produk lainnya.

Selain itu, monolaurin pada minyak kelapa bisa diserap tubuh sebagai antimikroba, sehingga dapat menjaga kesehatan tubuh untuk menangkal bakteri jahat. Hal itu sudah dibuktikan banyak studi, bahkan dalam beberapa studi disebutkan minyak kelapa menjadi terapi bagi pasien HIV karena mengandung antivirus.

“Menanggapi pernyataan saintifik perlu referensi ilmiah atau bukti ilmiah. Banyak bukti ilmiah yang bisa dipublikasikan terkait hal ini. IPB University siap dengan referensi ilmiah yang disajikan dengan opini ilmiah,” katanya. (Ant)

Lihat juga...