Pandemi Corona, Kampung Cina Cibubur Dirundung Sepi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BOGOR – Kawasan Kampung Cina Cibubur di Kompleks Perumahan Kota Wisata (Kota Sejuta Pesona), Desa Ciangsana, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai dilupakan alias sepi pengunjung. Terlihat sejumlah pertokoan di lokasi tersebut tutup dan hanya beberapa yang buka.

Sepinya pengunjung sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, tapi diperparah setelah pandemi Covid-19 melanda. Hal lainnya, mengingat arena permainan seperti danau di lokasi Kampung Cina juga sudah tutup untuk dibangun mall.

Dulu menjelang akhir tahun atau memasuki tahun baru Cina kawasan kampung tersebut dijejali pengunjung dari berbagai daerah. Selain belanja pernak pernik khas Cina di tempat itu, pengunjung juga membawa keluarga untuk menikmati danau yang banyak arena permainannya, seperti perahu dan lainnya.

Kondisi tersebut berubah setelah danau ditutup. Meskipun demikian setiap akhir pekan masih ada warga yang datang hanya sekadar berswafoto, memanfaatkan background  ornamen Kampung Cina yang sangat melekat di area pusat perdagangan produk Cina. Seperti baju khas Cina, aneka pernak-pernik khas Cina dan peralatan sembahyang Konghucu.

“Ini sudah lama sepi, sejak danau sebagai salah satu arena permainan ditutup untuk dibangun mall. Tapi Kampung Cina ini sudah jadi ikon kota wisata. Tentunya tetap ada kemungkinan direnovasi,” ujar Yatim, pedagang di area Kampung Cina kepada Cendana News, Minggu (13/12/2020).

Yatim, warga yang sudah lama membuka usaha di sekitar Kampung Cina mengaku, sepinya pengunjung di kampung Cina sudah terjadi sejak tahun 2015. Dulu setiap hari ramai, apalagi menjelang akhir tahun dan Imlek, Minggu (13/12/2020) – Foto: Muhammad Amin

Yatim merupakan pedagang lama yang menjual kopi sejak tahun 2000. Dia mengatakan, Kampung Cina Cibubur pertama kali diresmikan pada 2003. Hingga 2014, lokasi tersebut setiap hari dipenuhi pengunjung.

Menurutnya, sekarang pertokoan yang menjual aneka produk khas Cina juga masih ada. Tapi mereka tidak buka. Suasana masih tetap sepi. Barang jualan masih tersimpan di dalam toko.

“Sekarang pengunjung masih ada setiap akhir pekan, tapi jumlahnya jauh dibanding dulu. Mereka hanya selfie di jembatan atau pun di pintu gerbang Kampung Cina,” tandas Yatim.

Hal senada juga diakui Fitri, bahwa sepinya pengunjung diperparah akibat pandemi Covid-19. Semua libur, termasuk sekolah yang berada tidak jauh dari area Kampung Cina.

“Dulu supir angkutan sekolah kalau makan atau ngopi sambil menunggu sekolah bubar, nongkrong di Kampung Cina. Sekarang sepi banget,” ujar Fitri.

Dulu pengunjung biasa berkeliling mengitari Kampung Cina. Banyak spot foto menarik misalnya di pertokoan yang dibangun dengan konsep Cina. Juga ada objek spot foto berupa patung atau lainnya. Tak jarang, dulu lokasi itu digunakan pula untuk foto prewedding atau pun syuting.

Pantauan Cendana News di lokasi di pintu masuk Kampung Cina bertuliskan ‘Gerbang Kemakmuran’ dengan dua buah patung besar membawa pedang dan obor,  penuh hiasan lampion merah. Lokasi itu masih dijaga satu Satpam di pintu masuk.

Saat masuk ke dalam ada beberapa lorong, semuanya berisikan pertokoan bernuansa Cina. Banyak toko yang tutup, terkesan tidak dirawat. Ada yang sudah lapuk dimakan usia. Di bagian belakang, ada pula satu musala tempat salat kaum muslim, lengkap dengan tempat wudu.

Lihat juga...