Partisipasi Masyarakat di Pilkada Kediri Meningkat Lima Persen

PPS menuliskan hasil rekapitulasi saat pemberian hak suara di Pilkada Kabupaten Kediri, di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (9/12/2020) – Foto Ant

KEDIRI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri, Jawa Timur menyebut, tingkat partisipasi masyarakat untuk memilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang digelar Rabu (9/12/2020) lalu, meningkat lima persen.

Peningkatan diperoleh, jika dibanding pemilihan kepala daerah lima tahun lalu. “Alhamdulillah partisipasi naik 5 persen dari partisipasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di periode sebelumnya. Dari hasil hitung cepat partisipasinya sementara di data kami sebanyak 65,23 persen,” kata Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih (Sosdiklih), Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Kabupaten Kediri, Nanang Qosim, Kamis (10/12/2020).

Diduga, beberapa hal yang mempengaruhi tingkat partisipasi di Pilkada Kabupaten Kediri 2020 antara lain, adanya dukungan dari pasangan calon tunggal yang berproses di pilkada ini. Selain itu, ada juga dukungan dari para relawan bumbung kosong. “Karena semakin banyak relawan bumbung kosong bergerak dan semakin banyak pasti mereka akan menghadirkan orang, sehingga mereka juga ikut serta menaikkan partisipasi kami,” jelasnya.

Jika relawan bumbung kosong besar, tim dari pasangan calon juga akan semakin intensif bergerak maksimal. Selain itu, peran media juga cukup baik karena ikut menyosialisaskan tahapan pilkada. Masyarakat menjadi tahu siapa pasangan calon yang maju, tahapannya, masyarakat mengetahui cara mencoblos dan mereka tidak khawatir datang ke TPS karena standar protokol COVID-19 yang diterapkan KPU bisa diketahui masyarakat.

Nanang mengatakan tingkat partisipasi masyarakat termasuk di daerah yang terpencil juga cukup bagus, kendati masih pandemi COVID-19. Misalnya di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, lalu di Kandangan, di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar juga cukup bagus.

Adanya semangat perubahan di Kabupaten Kediri mengalahkan kekhawatiran masyarakat terhadap pandemi dan satu pasangan calon. Namun seusai pilkada, semua pihak diharapkan ikut serta mengawal hasil pilkada.  Masih terdapat sejumlah tahapan yang kini belum selesai setelah pemberian hak suara, Rabu (9/12/2020), seperti proses rekapitulasi di tingkat kecamatan yang akan dilakukan pada 11 Desember, lalu 14-17 Desember 2020 rekapitulasi manual di tingkat kabupaten, sehingga bisa diketahui siapa yang mendapatkan suara terbanyak.

Hasil hitung cepat tidak bisa menjadi dasar penentu. Yang dipercaya adalah, hasil rekapitulasi manual, yang menjadi penentu resmi hasil pilkada. Pilkada Kabupaten Kediri diikuti 1.231.512 orang yang terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT). Aspirasi mereka disalurkan pada 3.311 TPS yang tersebar di 26 kecamatan. Pilkada tersebut diikuti pasangan calon tunggal yakni calon Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dengan pasangannya calon Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa. (Ant)

Lihat juga...