Pasca-Erupsi Gunung Ile Lewotolok Warga Lembata Perlu Bantuan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LEWOLEBA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta untuk mulai memikirkan memberikan bantuan kepada para pengungsi setelah status gunung api Ile Lewotolok kembali normal.

Pasalnya, saat erupsi terjadi sedang berada dalam musim hujan dan masyarakat dari 26 desa yang ada di Kecamatan Ile dan Ile Ape Timur tersebut, mayoritas memiliki mata pencaharian sebagai petani dan nelayan.

“Pemerintah harus mulai memikirkan bantuan yang diberikan kepada pengungsi setelah bencana erupsi gunung api Ile Lewotolok berakhir,” ucap Koordinator Posko Barakat, Kelurahan Lewoleba Timur, Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT, Benediktus Bedil saat dihubungi, Jumat (11/12/2020).

Ben sapaannya mengatakan, masyarakat biasanya mulai menanam padi ladang, jagung dan kacang-kacangan saat musim hujan dan saat ini mereka tidak bisa menanam karena masih erupsi serta sedang berada di pengungsian.

Selain itu kata dia, warga juga belum bisa melaut karena masih takut terjadi erupsi sehingga perlu dipikirkan langkah yang harus diambil agar masyarakat bisa memperoleh penghasilan.

“Mau bertani juga belum bisa dan ternak mereka pasti banyak yang mati serta dijual. Mau merantau mencari pekerjaan juga tidak bisa karena masih situasi pandemi Corona sehingga otomatis masyarakat kesulitan memperoleh penghasilan,” ujarnya.

Direktur LSM Barakat yang juga menangani pemberdayaan masyarakat di Ile Ape ini mengusulkan agar bantuan yang saat ini mengalir  diarahkan untuk pemberdayaan masyarakat pasca-erupsi.

Ia menyebutkan, banyak warga yang bisa menganyam jaring atau pukat, sehingga sebaiknya dibelikan peralatan dan memberikan kepada warga yang berada di pengungsian, agar mereka bisa membuat jaring untuk dipergunakan pasca-erupsi.

“Kami juga sedang memikirkan memberikan pelatihan mengenai pengolahan sorgum dan ke depan warga akan diarahkan menanam sorgum. Bisa juga kita memberikan bantuan kepada warga yang bisa menenun agar menenun di lokasi pengungsian,” ungkapnya.

Kepala Desa Waimatan, Kecamatan Ile Ape Timur, Onesimus Sili Betekeneng, saat ditanya menyebutkan, pemerintah desa juga sedang memikirkan bantuan yang akan diberikan kepada warga usai kembali ke desa.

Onesimus mengakui, warganya memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan petani, serta ada yang merantau sehingga tentunya bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan warga.

“Memang warga saya petani tetapi mereka juga menjadi nelayan sambilan, ketika usaha tani tidak menjanjikan. Usai panen mereka melaut untuk menambah penghasilan keluarga. Begitu juga nelayan yang bertani ketika sedang musim hujan,” ungkapnya.

Lihat juga...