Pasien Covid-19 Meninggal di Bekasi Tembus 215 Jiwa

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat kasus kematian Covid-19 terkonfirmasi mencapai 215 orang. Data tersebut sesuai hasil laporan dinas Kesehatan setempat hingga per 18 Desember 2020.

Sementara total dari kematian terkonfirmasi Covid-19 ditambah kematian komorbid yang sudah dinyatakan negatif dan kematian dengan gejala tetapi tidak disertai hasil swab totalnya mencapai 763 orang.

“Perlakuan terhadap jenazah itu pun sesuai tata cara pemakan pasien Covid-19 dan jenazah telah dimakamkan di TPU Pedurenan, Kecamatan  Mustika Jaya, Kota Bekasi,” ungkap Sajekti Rubiyah, Kabag Humas Setda Kota Bekasi, dikonfirmasi Cendana News, Jumat (18/12/2020).

Sajekti Rubiyah, Kabag Humas Setda Kota Bekasi, Jumat (18/12/2020). -Foto: M. Amin

Dikatakan bahwa saat ini, Kota Bekasi masih terus melakukan sosialisasi sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19, dengan membuat Kampung Tangguh, RW Siaga dan lainnya.

Dikonfirmasi akan ada rumah sakit tambahan sebagai antisipasi di Asrama Haji, Sajekti menyebutkan hak tersebut program Provinsi Jawa Barat. Kota Bekasi masih menyediakan GOR Chandra Baga dan melakukan penambahan ruangan isolasi.

“Saat ini kondisi rumah sakit tambahan di GOR Chandra Baga, terus terisi tapi keluar masuk. Yang sehat pulang, masuk pasien baru lagi,” paparnya, mengaku Pemkot mulai bersiap menerima vaksin dari pemerintah pusat.

Dia juga memaparkan, Pemkot Bekasi secara resmi telah mengeluarkan Surat Edaran nomor: 556/7743-Parbud.Par tentang Larangan Perayaan Tahun Baru Pada Sektor Jasa Usaha Kepariwisataan dan Hiburan Umum ditujukan hotel,  pusat perbelanjaan, pemilik cafe/ restaurant, pemilik tempat hiburan dan seluruh masyarakat Kota Bekasi.

Melalui surat edaran tersebut, tegas menginstruksikan pelaku usaha sektor jasa, pariwisata, hiburan umum untuk tidak merayakan tahun baru karena dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan yang berdampak pada munculnya kluster baru penyebaran Covid-19.

Data terkini berdasarkan informasi Dinas Kesehatan Kota Bekasi kepada Humas Kota Bekasi, total kasus 13.124, sembuh konfirmasi 11870, rawat pada fasyankes dan isolasi mandiri (pasien aktif) 1039, rawat fasyankes 221, isolasi mandiri 711, kasus aktif atau baru pada hari ini 342.

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengakui bahwa sejak awal Desember terjadi peningkatan kasus Covid-19. Angka kematian dari 1,3 menjadi 1,9, angka kesembuhan dari 96 menurun jadi 93 persen.

Untuk itu, pihaknya menegaskan malam Natal dan tahun baru 2021 pada di masa ATHB pandemi Covid-19, perlu diantisipasi dan diperketat lagi. Salah satunya membatasi potensi kerumunan dalam perayaan Natal dan tahun baru.

Dikatakan pemerintah tidak melarang kegiatan ibadah bagi warga yang merayakan Natal. Tetapi sudah ditetapkan tidak lebih dari 30 orang di rumah ibadah, ruko atau lainnya. Sisanya bisa dilakukan dengan video virtual di rumah masing-masing agar tidak ada penambahan kembali terpapar Covid-19.

Lihat juga...