Pasokan Kayu Lancar Dukung Produksi dan Perbaikan Perahu

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Pasokan kayu dari sejumlah lahan pertanian di Lampung Selatan dukung produksi dan perbaikan perahu tradisional. Sodikin, salah satu penyedia jasa produksi perahu dan perbaikan menyebut pasokan kayu mulai sulit diperoleh hingga ia mendapat pasokan kayu dari luar Lampung Selatan untuk kelancaran pembuatan perahu.

Pemesanan kayu bahan produksi dan perbaikan perahu didominasi kayu jenis kayu kualitas kelas satu. Sulitnya mendapat kayu berkualitas membuat pembuat perahu memilih kayu sesuai ketersediaan. Pesanan pembuatan perahu mulai ukuran 6 meter hingga 12 meter dominan memakai kayu jati, pule dan kayu tabu. Sisanya dikombinasikan dengan jenis kayu berkualitas lain yang mudah diperoleh.

Kayu bahan pembuatan perahu sebut Sodikin kerap dipesan dari petani pemilik pohon. Setelah ditebang kayu akan dibentuk menjadi papan dan balok untuk bahan lunas,dinding,buritan perahu. Selain kayu bahan yang diperlukan untuk pembuatan perahu berupa pasak bambu,kayu,cat,dempul dan bahan lain. Proses pembuatan perahu dikerjakan secara borongan dengan waktu menyesuaikan ukuran perahu.

“Semakin besar ukuran perahu yang dibuat akan membutuhkan bahan baku kayu lebih banyak sehingga harga akan lebih banyak,namun sesuai kesepakatan dengan pemesan biasanya kayu sudah disiapkan setelah dikeringkan,” terang Sodikin saat ditemui Cendana News, Selasa (22/12/2020).

Sodikin bilang usaha pembuatan perahu menyesuaikan kebutuhan nelayan yang akan membuat baru. Mendekati penghujung tahun sebagian nelayan kerap ingin mengganti sarana tangkap. Biaya jasa pembuatan perahu baru termasuk bahan yang dipergunakan menyesuaikan kesepakatan. Pembuatan perahu baru sebutnya bisa dipatok mulai Rp5juta hingga Rp10juta.

Semakin mahal jenis kayu yang dipergunakan Sodikin menyebut harga yang ditawarkan akan semakin mahal. Beruntung sebagian nelayan mendapat pasokan dari petani pekebun yang menjual kayu saat masih berupa pohon. Sistem pembelian kayu secara borongan sebutnya akan menguntungkan nelayan yang akan membuat perahu.

“Kesepakatan dengan pemilik pohon menjadi kunci mendapatkan bahan pembuatan perahu yang murah,” terangnya.

Pada masa pandemi Covid-19 sebagian petani yang butuh uang kerap menjual kayu dengan harga terjangkau. Selain digunakan sebagai bahan bangunan kayu kerap jadi material utama pembuatan perahu. Perbatang pohon kerap dijual sistem borongan dengan harga mulai Rp1juta hingga Rp3juta. Semakin tua dan berkualitas pohon harga semakin mahal.

Sodikin mengajak serta dua pekerja untuk pembuatan perahu. Sebanyak dua unit perahu jenis ketinting atau katir berukuran 6 meter memasuki proses pengecatan. Butuh waktu sekitar empat bulan untuk pembuatan perahu baru. Namun usaha perbaikan perahu hanya butuh waktu maksimal satu bulan. Perbaikan kerap hanya dilakukan dengan penggantian dinding dan lunas perahu.

“Perahu tradisional yang dibuat menggunakan kayu berkualitas wajib diperiksa setiap bulan,” cetusnya.

Jupri, pemilik kebun dengan tanaman kayu pule,mahoni dan jati menyebut menjual pohon miliknya. Sebagian kayu ukuran panjang dibuat menjadi papan untuk pembuatan perahu tradisional. Kayu ukuran pendek dipergunakan untuk bahan pembuatan dudukan perahu dalam proses reparasi. Memiliki tanaman kayu yang bisa dipergunakan untuk bahan perahu menjadi sumber penghasilan baginya.

Kayu bahan perahu sebut Jupri memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan kayu untuk bahan bangunan. Pohon kayu bahan pembuatan perahu kerap telah dipesan oleh sejumlah pembuat perahu. Dijual dengan sistem gelondongan ia bisa mendapatkan keuntungan hingga jutaan rupiah. Menanam kayu untuk bahan pembuatan perahu bisa memberi hasil jutaan rupiah sekali panen.

“Ada rantai perputaran ekonomi yang menjanjikan dari pemanfaatan kayu untuk bahan pembuatan perahu,” cetusnya.

Menyediakan kayu untuk bahan pembuatan perahu menurut Jupri menjadi bagian dari investasi. Jenis tanaman kayu yang dipersiapkan untuk bahan pembuatan perahu didominasi kayu jati. Jenis kayu tersebut banyak diminati untuk proses pembuatan perahu tradisional. Selain menyediakan kayu dari kebun miliknya ia juga kerap mencarikan kayu bahan perahu dari petani lain.

Lihat juga...