PBB Serukan Pembangunan yang Ramah Planet

Dokumentasi--Aktivis iklim asal Swedia Greta Thunberg menghadiri jumpa pers saat KTT Iklim COP25 di Madrid, Spanyol. Greta hadir untuk mendorong langkah nyata dalam mengatasi pemanasan global. -Ant/Reuters

BARCELONA – Di bawah tekanan besar Covid-19, perubahan iklim dan kerusakan alam, lampu peringatan untuk planet dan masyarakat “menyala merah” – dan sekarang adalah waktu yang tepat memilih jalan  lebih aman dan adil untuk pembangunan manusia, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa, Selasa (15/12).

“Kita berada pada momen yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah umat manusia dan dalam sejarah planet kita,” katanya dalam sebuah laporan, mendesak upaya pemerintah, bisnis, dan warga negara untuk mengejar jenis kemajuan baru yang melindungi lingkungan.

“Pandemi Covid-19 adalah konsekuensi mengerikan terbaru dari ketidakseimbangan yang sangat besar,” kata Laporan Pembangunan Manusia 2020, seraya menambahkan, bahwa bencana kesehatan datang di atas krisis pemanasan global yang sudah ada sebelumnya, hilangnya spesies, dan ketidaksetaraan.

Laporan tersebut  yang untuk pertama kalinya menggunakan indeks global baru yang memperhitungkan indikator lingkungan, menyimpulkan belum ada negara yang mampu mencapai tingkat pembangunan yang sangat tinggi tanpa membebani sumber daya alam.

“Banyak negara telah mencapai banyak kemajuan, tetapi mereka juga telah melakukannya dengan mengorbankan kerusakan besar pada planet ini,” kata Achim Steiner, kepala Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), yang menghasilkan laporan tersebut.

Selama tiga dekade terakhir, Indeks Pembangunan Manusia telah memberi peringkat negara setiap tahun menurut kesehatan, pendidikan dan standar hidup.

Tapi tahun ini, versi baru ini menggunakan dua elemen tambahan: emisi karbon dioksida per kapita suatu negara dan jejak material, yang mengukur jumlah bahan seperti bahan bakar fosil dan logam yang digunakan untuk membuat barang dan jasa yang dikonsumsinya.

Hasilnya melukiskan “penilaian yang kurang indah, tetapi lebih jelas tentang kemajuan manusia”, kata UNDP.

Lebih dari 50 negara keluar dari kelompok pembangunan manusia yang sangat tinggi, sebagaimana diukur oleh indeks baru, yang mencerminkan dampak besar mereka terhadap iklim dan alam.

Mereka termasuk, misalnya, negara-negara kecil seperti Singapura dan Luksemburg, dengan tingkat perdagangan yang tinggi, pergerakan dan energi bahan bakar fosil, serta negara-negara Teluk yang kaya minyak dan gas.

Australia turun 72 peringkat dalam peringkat sekitar 190 negara, sementara Amerika Serikat kehilangan 45 peringkat dan Kanada 40 peringkat.

Beberapa negara, seperti Kosta Rika, Moldova, Meksiko, Kolombia dan Panama, naik lebih dari 20 tempat, mencerminkan betapa ringannya tekanan di planet ini, kata UNDP.

Kosta Rika, misalnya, sebagian besar telah mendekarbonisasi produksi energinya dan membalikkan deforestasi.

Lihat juga...