Pelaku Industri Tahu di Bekasi Diminta Miliki IPAL

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Minimnya sosialisasi dampak pembuangan limbah tahu, tempe dan tempat pemotongan ayam jadi alasan pelaku usaha membuang langsung ke sungai tanpa membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Hal tersebut terungkap dalam rapat dengan beberapa pengusaha tahu dan tempat pemotongan ayam di kantor Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (14/12/2020).

Rapat yang dipimpin langsung oleh Lurah Jatirahayu Amiruddin dengan pelaku industri tahu tempe dan pemotongan ayam tersebut, menindaklanjuti laporan dari temuan tim Patroli Sungai, bentukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat di Kota Bekasi.

“Ini sifatnya sosialisasi, tidak ke penegakan aturan dulu kepada pelaku industri tahu, tempe dan pemotongan ayam yang langsung membuang limbah cairnya ke Kali Sunter,” ungkap Amiruddin Lurah, Jatirahayu, kepada Cendana News, Senin (14/12/2020).

Lurah Jatirahayu, Amiruddin, dikonfirmasi Cendana News, usai memimpin rapat dengan pelaku industri tahu, yang membuang limbah cair langsung ke sungai, berdasarkan laporan Tim Patroli LH Jabar, Senin (14/12/2020). -Foto: M. Amin

Dikatakan melalui rapat yang dilaksanakan mengingatkan bagi pelaku industri tahu, pemotongan ayam agar membuatkan IPAL sebagai salah satu antisipasi pembuangan limbah cair secara langsung ke Kali Sunter.

Untuk itu lurah memastikan kepada para pelaku industri untuk dapat membuat instalasi limbah sebelum sampai ke Kali Sunter. Karena harus diakui saat ini sedimentasi Kali Sunter mengalami pendangkalan setiap tahunnya.

Lihat juga...