Pelaku Usaha Kepariwisataan di Bekasi Diingatkan Patuhi Intruksi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala dinas Pariwisata Kota Bekasi, Tedi Hafni, Minggu (20/12/2020) mengingatkan pelaku wisata untuk menjaga protokol kesehatan. Foto: Muhammad Amin

BEKASI — Kepala Dinas Pariwisata Kota Bekasi, Resi Hafni, kembali ingatkan seluruh pelaku usaha kepariwisataan, hiburan mematuhi intruksi terkait pengendalian kegiatan masyarakat di masa libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

“Pelaku usaha kepariwisataan, hiburan dan masyarakat untuk mematuhi aturan dan ketentuan yg telah disampaikan dengan penuh tanggungjawab,” ungkap Redi Hafni, kepada Cendana News, Minggu (20/12/2020).

Intruksi tersebut meliputi pembatasan jam operasional yang diberlakukan mulai 24-27 Desember 2020 operasional Kepariwisataan, tempat hiburan, dan lainnya dibatasi hingga pukul 19.00 WIB. Selanjut mulai 31 Desember – 3 Januari 2021 kembali diberlakukan hal sama jam operasional di batasi hingga pukul 19.00 WIB.

“Termasuk Bioskop, jam tayang paling akhir pukul 19.00 WIB, dan pada ketentuan itu jumlah penonton pun di batasi hingga 50 persen dari kapasitas yang tersedia,” ungkap Tedi.

Dikatakan bahwa intruksi bersama tersebut melibatkan tiga pilar Pemkot Bekasi dan DPRD Kota Bekasi, Polrestro Bekasi kota dan Kodim 0507/Bekasi dalam rangka Pengendalian Kegiatan Masyarakat dalam Pencegahan Covid-19 di Masa Libur Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Menurutnya pengendalian kegiatan masyarakat dalam pencegahan COVID-19 di masa libur Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 akan berlangsung hingga 8 Januari 2021.

Untuk itu pimpinan manager Hotel, Manajemen Pusat Perbelanjaan, Pemilik Cafe/Restaurant, Pemilik Tempat Hiburan dan seluruh masyarakat Kota Bekasi dilarang melaksanakan kegiatan perayaan pergantian tahun 2020 ke tahun 2021, karena berpotensi menimbulkan kerumunan dan terjadi penyebaran COVID-19.

“Kafe, hotel, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, rumah makan, pasar, terminal, stasiun dan sarana Prasarana Umum di Kota Bekasi, akan di awasi karena rentan menimbulkan kerumunan selama libur Nataru,” papar Tedi.

Sebelumnya Pemkot Bekasi, telah mengeluarkan edaran larangan perayaan tahun baru pada sektor jasa usaha pariwisata dan hiburan umum di wilayah setempat melalui Surat Edaran nomor: 556/7743-Parbud.Par.

Pemerintah Kota Bekasi menginstruksikan kepada Pimpinan Pelaku Usaha pada Sektor Jasa Usaha Kepariwisataan dan Hiburan Umum di Kota Bekasi, untuk Tidak Merayakan Perayaan Tahun Baru karena dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan yang berdampak pada munculnya kluster baru pada Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Bekasi.

Surat Edaran tersebut juga dimaksudkan untuk mengimbau kepada pelaku usaha agar dapat membantu menekan penyebaran virus Covid-19 yang ada di Kota Bekasi. Pemerintah juga mengenakan sanksi bagi para pelaku usaha atau oknum yang tidak menaati peraturan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Lihat juga...