Pemkab Lembata Ingatkan Pengungsi Selalu Gunakan Masker

Editor: Koko Triarko

LEWOLEBA – Dampak erupsi Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur sejak Jumat (27/11/2020), dan terus berlangsung hingga kini, membuat pemerintah mengeluarkan imbauan kepada warga untuk selalu mengenakan masker.

“Kami juga telah meminta agar warga juga mengenakan kacamata pelindung saat berada di luar rumah, agar mata terlindung dari abu vulkanik yang dapat menyebabkan iritasi,” sebut Wakil Bupati Lembata,  Thomas Ola Langoday,saat dihubungi Cendana News, Jumat (11/12/2020).

Staf PVMBG Bandung yang juga koordinatorPos Pemantau Gunung Api Ile Lewotolok saat ditemui di pos pemantau di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape,Kabupaten Lembata, NTT, Kamis (3/12/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Menurut Thomas, selain melindungi diri dari abu vulkanik, masker dan kacamata juga mencegah agar tidak tertular Corona. Menurutnya, dampak dari abu vulkanik juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan, sehingga para pengungsi yang mengalami gejala batuk, flu dan gangguan tenggorokan, juga dicek apakah akibat dampak dari abu vulkanik atau tertular virus Corona.

“Kita berharap, agar warga bukan saja pengungsi tetapi semua masyarakat Lembata, tetap mengenakan masker dan pelindung mata, khususnya bagidaerah yang terkena dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Ile Lewotolok,” harapnya.

Sementara itu, staf Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Ugan Boyson Saing, mengatakan erupsi gunung api mengeluarkan abu dan pasir yang bisa berdampak terhadap kesehatan manusia.

Menurut Ugan,PVMBG Bandung melalui Pos Pemantau Gunung Api Ile Lewotolok juga telah memberitahukan kepada pemerintah Kabupaten Lembata, agar selalu mengenakan masker dan kacamata pelindung saat berada di luar rumah.

“Abu vulkanik dan pasir halus mengandung silika yang tajam, sehingga dapat menyebabkan iritasi pada mata bila terpapar. Selain itu, dapat juga menyebabkan gangguan pada saluran pernapasan,” ujarnya.

Ugan mengimbau agar saat terjadierupsi warga sebaiknya berada di dalam rumah dan menutup semua pintu dan jendela, agar abu vulkanik tidak masuk ke dalam rumah.

Ia meminta, setelah erupsi lantai rumah yang terpapar abu vulkanik harus disiram terlebih dahulu dengan air, baru disapu sehingga abu tidak beterbangan dan terhirup manusia.

“Kami juga telah meminta agar sumur air dan bak penampung air ditutup, sehingga tidak tercemar abu vulkanik. Bila sudah tercemar, maka setelah situasi normal sumur harus dibersihkan dahulu sebelum airnya dipergunakan,” sarannya.

Lihat juga...